nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudahkan Anda Menjadi Orangtua yang Baik?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 15:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 29 196 2010913 sudahkan-anda-menjadi-orangtua-yang-baik-Cyd4wrUHNM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAHKAH Anda berpikir belum bisa memberikan yang terbaik untuk si kecil? Atau merasa belum menjadi orangtua hebat bagi buah hati Anda?

Emosi semacam ini sangat wajar muncul, terlebih jika Anda baru pertama kali memiliki anak atau kondisi di mana si anak sedang terpuruk karena suatu hal. Kalau sedang muncul, apa yang biasa Anda lakukan? Menangis dan merenungi apa yang sudah Anda lakukan untuk si kecil?

Psikolog Ajeng Raviando menjelaskan, baginya emosi itu bisa muncul karena Anda menerapkan skala dalam hidup. Menurut dia, Anda harus punya tingkatan dalam menilai bagaimana sebetulnya menjadi orangtua yang hebat.

Baca Juga: Penyebab Kematian Pegowes yang Santap Durian Usai Olahraga

Skala ini biasanya ditandai dengan ketika si anak percaya diri di depan umum, maka Anda merasa sudah bisa jadi orangtua yang berhasil. Atau pada kasus orangtua yang merasa berhasil ketika bisa membuat anak berani dalam berbuat sesuatu.

Standar-standar berpikir seperti ini yang kemudian memicu emosi tersebut muncul. Padahal, kondisi ini yang kemudian membuat Anda menuntut lebih ke diri Anda sendiri dan kalau gagal, depresi yang bakal terjadi. Malah menjadi masalah baru bukan?

"Pola asuh 50 tahun lalu dengan sekarang jauh berbeda. Mungkin orangtua dulu hanya punya 5 tanda yang menjelaskan Anda sudah menjadi orangtua yang berhasil. Nah, sekarang ini tuntutannya banyak dan ini memberi beban kepada orangtua," paparnya pada Okezone saat ditemui di Diskusi Gizi Nub di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga: Ahmad Dhani di Bui, Mulan Jameela Asyik Kampanye, Intip 3 Potretnya!

Saat orangtua sudah merasa terbebani dengan tuntutan-tuntutan tersebut, yang terjadi setelahnya adalah kepercayaan diri akan turun dan ini yang kemudian membuat Anda merasa tidak bisa jadi orangtua yang hebat untuk si kecil.

Anda sebagai orangtua mesti tahu betul apa kemampuan terbaik Anda dan ini yang harusnya ditonjolkan dalam pembentukan konsep orangtua dalam keluarga Anda.

Lantas, bagaimana meminimalisir perasaan negatif ini?

Psikolog Ajeng menjelaskan, Anda harus tahu dulu self konsep Anda dan pasangan seperti apa dalam keluarga. Jadi, setiap orangtua harus punya konsep sendiri-sendiri dan ini yang akan membentengi Anda dari beban tuntutan yang diciptakan lingkungan sosial. "Karena konsep menjadi orangtua hebat mereka dengan keluarga Anda berbada," tegasnya.

Contoh kasus sederhananya adalah saat Anda melihat bahwa orangtua lain memasukan anaknya ke sekolah A. Nah, Anda jangan kemudian merasa berhasil sebagai orangtua jika Anda bisa memasukan anak Anda ke sekolah A. "Sekali pun Anda tidak bisa memasukan ke kecil ke sekolah A, Anda tidak gagal menjadi orangtua. Ini harus dipercaya dan diyakini oleh semua orangtua," tambahnya.

Psikolog Ajeng menegaskan bahwa orangtua yang hebat itu adalah mereka yang punya patokan masing-masing dalam membesarkan anaknya. Ini bisa muncul karena kesadaran dari istri mau pun suami dalam keluarga.

"Dalam benak orangtua harus ada ini; saya sanggupnya apa, kekuatan saya apa, dan tantangan saya di bidang apa supaya bisa menjadi orangtua yang baik untuk si kecil. Kalau ini sudah diketahui, pasti persepsi negatif tentang makna orangtua hebat tidak muncul lagi dan Anda tidak membandingkan keluarga Anda dengan keluarga lainnya," ujarnya lantas tersenyum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini