nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Daerah KLB DBD Mengkhawatirkan, Cek Dulu Siapa Tahu Daerah Anda!

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 10:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 29 481 2010684 7-daerah-klb-dbd-mengkhawatirkan-cek-dulu-siapa-tahu-daerah-anda-vN2Cq6giLm.jpg Nyamuk DBD (Foto: Ilustrasi)

Ditemukannya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai daerah dikhawatirkan akan menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada sementara pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan.

Di beberapa daerah terjadi peningkatan kasus DBD seperti Kabupaten Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT, Sulawesi Utara, dan daerah lainnya di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid mengatakan, data Kejadian Luar Biasa (KLB) dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, di tahun 2018 ada 584 kasus DBD.

"Fasilitas layanan kesehatan diimbau tetap waspada. Jika alami demam, perhatikan pola penambahan kasus," ujar Siti Nadia saat dihubungi Okezone lewat telefon, Selasa (29/1/2019).

Selain itu, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga merilis data suspek DBD sejak minggu pertama 2018 hingga minggu pertama 2019. Ada 7 kawasan tertinggi yang bagian dinyatakan sebagai daerah KLB. Di mana saja itu?

Okezone bakal mengulas datanya lebih lanjut agar Anda bisa mewaspadai. Apalagi kalau DBD itu kebetulan menyebar di daerah tempat tinggal Anda, supaya cepat bisa dicegah.

Jawa Timur

Catatan Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, sebanyak 700 orang suspek DBD di wilayah Jawa Timur.

Suspek artinya pasien belum tentu positif kasus DBD, namun sudah harus menjadi kewaspadaan oleh masyarakat dan pemerintah. Bagi masyarakat Jawa Timur tentu diminta untuk melakukan pencegahan mandiri, dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan rutin setiap minggu.

Jawa Tengah

Kalau Jawa Timur suspek sampai 700 orang, di Jawa Tengah ada sebanyak 520 orang suspek DBD. Sebagai langkah pencegahan, prinsip 3M (menguras, mengubur dan menutup) segala pemicu munculnya habitat nyamuk. Bukan di Jawa Tengah saja, masyarakat di daerah lain juga ikut memberantas.

Jawa Barat

Sebanyak 401 orang juga teridentifikasi suspek KLB. Pasti yang harus dilakukan pasien adalah setelah merasakan beberapa gejala DBD yang diam-diam mematikan, segera konsultasi ke dokter. Jangan sampai trombosit turun drastis yang malah membahayakan Anda.

DKI Jakarta

Karena peningkatan curah hujan tinggi, sepanjang Februari dan Maret 2019, seluruh wilayah DKI Jakarta masuk daerah KLB DBD. Banyaknya curah hujan sangat mengganggu aktivitas, sekaligus menularkan virus dari nyamuk aedes aegypti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, sepanjang 2018 terjadi 3.362 kasus DBD dengan satu kematian. Pada Januari 2019 ini, tercatat sudah ada 111 kasus DBD.

Kalimantan Tengah

Kabupaten Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah punya rincian KLB di tahun 2018. Rupanya ada 43 kasus DBD di daerah tersebut. Detailnya Januari dua kasus, Februari 8 kasus, Maret 11 kasus dan April ada 12 kasus DBD.

Nusa Tenggara Timur

Wah, enggak nyangka banget kalau daerah Labuan Bajo yang terkenal di mata wisatawan, rupanya pasien DBD yang dirawat di sana hampi 700 orang. Bahkan, penyakit akibat nyamum aedes aegypti menyebar di Kecamatan Boleng terutama di daerah Terang, Kecamatan Mbeliling di Rengkas Desa Watu Wangka dan beberapa area di Kecamatan Lembor.

Sulawesi Utara

Sempat menurun di tahun 2017 sampai 587 kasus, DBD kembali meningkat kasusnya di 2018. Jadi sebanyak 1.713 kasus terjadi. Fatalnya dari kasus itu sebanyak 24 orang positif DBD, lalu tiga di antaranya meninggal dunia.

“Bila ada kasus DBD, maka segera lakukan penyelidikan epidemi. Lalu fokusnlah pada penanggulangan, seperti foging dan pemberian larvasida,” katanya Siti Nadia.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini