nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bercinta dengan Istri yang Telah Diceraikan, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

Romeldo Christian, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 23:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 30 196 2011647 dipenjara-karena-bercinta-dengan-istri-yang-telah-diceraikan-bagaimana-hukumnya-dalam-islam-SUgYsEqTQ7.jpg Pria asal Kuwait dipenjara karena bercinta dengan istri yang telah diceraikan (Foto: Ilustrasi Okezone)

BELUM lama ini, Pengadilan Kuwait menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara pada seorang politikus oposisi karena urusan ranjang. Diketahui ia tidak memberitahu istrinya bahwa mereka sebenarnya sudah bercerai.

Parahnya lagi, ia bahkan masih berhubungan intim dengan perempuan yang sebenarnya sudah menjadi mantan istrinya. Lelaki tersebut bernama Waleed al-Tabtabai dan istrinya bernama Naser al-Otaibi.

Naser al-Otaibi baru mengetahui bahwa ia telah diceraikan suaminya itu satu tahun setelah melayangkan gugatan pada Waleed al-Tabtabai karena dinilai gagal menafkahinya. Meski proses hukum belum ketuk palu, selama ketidaktahuannya itu, ia dan mantan suaminya itu masih melakukan hubungan seks layaknya suami-istri.

BACA JUGA : 3 Orang Ini Meregang Nyawa Usai Santap Durian Enak

Dalam kasus ini Naser al-Otaibi merasa ia menjadi korban karena sudah ditipu oleh Waleed al-Tabtabai, yang ternyata secara agama sudah menjadi mantan suaminya. Bahkan, mereka juga sempat melakukan sex chat melalui aplikasi pesan elektronik dengan mengirim gambar vulgar.

 

Lalu, bagaimana peristiwa ini dipandang dalam Islam? Menurut Ustadz Fauzan Amin hal tersebut tentunya sudah dianggap zina. “Berhubungan intim dengan mantan istri dihukumi zina,” tutur Ustadz Fauzan Amin, ketika Okezone tanyai pada Rabu (30/1/2019) melalui pesan elektronik.

Hal tersebut dikatakan zina karena mantan suami atau mantan istri sudah tidak terikat dalam hubungan pernikahan lagi. Jadi, mereka tidak boleh melakukan kegiatan yang dilakukan pasangan suami istri, yaitu berhubungan intim. Oleh karena itu, Waleed al-Tabtabai dan Naser al-Otaibi sama saja seperti melakukan hubungan di luar pernikahan.

Akan tetapi, dalam kasus ini, yang mendapat hukuman pidana hanya si pihak pria, Waleed al-Tabtabai. Sang istri dapat dinyatakan tidak bersalah dan terbebas dari hukuman pidana karena ketidaktahuannya serta merasa ditipu oleh suaminya.

 BACA JUGA : 6 Minuman Kekinian yang Wajib Kamu Coba Biar Tambah Hits

“Yang kena had atau hukuman suaminya. Sementara istri bisa bebas. Selama ada bukti bahwa istri betul-betul tidak mengetahui,” tambah Ustadz Fauzan Amin.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini