nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya 99 Event Setahun Penuh, Banyuwangi Kota Festival Terbaik Indonesia

krjogja.com, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 30 406 2011517 punya-99-event-setahun-penuh-banyuwangi-kota-festival-terbaik-indonesia-2BDsuV4WKd.jpg Banyuwangi dinobatkan jadi kota festival terbaik Indonesia (Foto: Istimewa)

Kabupaten Banyuwangi dinobatkan sebagai kota festival terbaik di Indonesia. Pada tahun ini Banyuwangi dalam Calender of Event Banyuwangi tahun 2019 ini, yakni Majestic Banyuwangi Festival 2019 akan menampilkan 99 event dan Top 3 event Banyuwangi yang masuk dalam 100 Events Wonderdul Indonesia.

“Event tersebut sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai kota festival terbaik di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang di dampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Pada acara -launching Calender of Event Banyuwangi ‘Majestic Banyuwangi Festival 2019’ di Jakarta, Selasa malam (29/1).

Dikatakan, penetapan Banyuwangi sebagai kota festival terbaik karena pertumbuhan event di Banyuwangi sangat pesat dan melibatkan seluruh potensi masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. Selain itu Banyuwangi aktif mengemas event pariwisata yang setiap tahun baik jumlah maupun kualitasnya semakin meningkat.

Pada tahun 2012, Banyuwangi baru memiliki 12 event, tahun 2018 lalu melonjak 75 event, dan tahun ini menjadi 99 event.

“Penetapan Banyuwangi sebagai kota festival terbaik karena pertumbuhan event di Banyuwangi sangat pesat dan melibatkan seluruh potensi masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi karena semua event ini melibat seluruh potensi masyarakat Banyuwangi,” kata Arief.

festival

Dikatakan, event atau atraksi menjadi unsur penting dalam pariwisata yang dikenal dengan 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) dan unsur 3A di Banyuwangi terus berkembang, antara lain aksesibiltitas akhir tahun 2018 sudah ada penerbangan internasional Citilink terbang Kualalumpur (Malaysia) -Banyuwangi dan penerbangan domestik dari Jakarta dan Surabaya.

“Adanya penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, dan Kualalumpur tersebut akan mendorong meningkatnya kunjungan wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) ke Banyuwangi,” kata Arief .

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan Majestic Banyuwangi Festival 2019 ini ibarat rangkuman bagi segenap potensi yang ada di Kabupaten Banyuwangi mulai dari seni budaya, kekayaan alam, dan kreativitas masyarakat sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai kota festival yang terkenal di Indonesia karena keberhasilannya dalam menyelenggarakan Banyuwangi Ethno Carnival.

Dikatakan, jelaskan, kemegahan festival Majestic Banyuwangi Festival 2019’ yang menampilkan 99 event dan Top 3 event masuk dalam 100 Events Wonderful Indonesia (Banyuwangi Ethno Carnival, International Tour de Banyuwangi Ijen, dan Gandrung Sewu) akan semakin bertambah dengan tampilnya event digital dan melenial.

"Penampilan 99 event selama satu tahun penuh di Banyuwangi ini terdiri atas 28 event sport, 17 event musik, 16 event culinary & inovasi, 30 event religi, 8 event digital dan milenial di antaranya Festival Juragan Pintar yang menghadirkan startup Warung Pintar yang merupakan warung dikawinkan dengan teknologi dalam pengelolaannya sehingga memberikan kemudahan bagi pemilik warung serta kenyamanan bagi para pelanggannya dan teknologi ini bisa digunakan sebagai alat promosi pariwisata di Indonesia berbasis digital.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, dari 99 event itu, 3 di antaranya masuk event nasional. Selain itu juga ada tambahan 20 additional event yang mengiringi B-Fest, salah satunya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dan gandrung Sewu yang akan digelar pada 28 Juli 2019 dan 20 Oktober 2019.

Sementara International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang merupakan tur balap sepeda internasional yang digelar sejak 2012, akan digelar mulai tanggal 23 sampai 26 September 2019.

"Event olahraga yang ditambahkan adalah untuk para penghobi, bukan kompetisi untuk para profesional. Seperti Festival Ijen Green Run yang justru memberikan sumbangan besar pada okupansi hotel dan homestay," jelas pria yang akrab disapa Bram ini.

Bram menambahkan, selain acara olahraga, pihaknya juga menyelenggarakan acara musik. Tahun ini, terdapat 16 acara musik, mulai dari Jazz Pelajar, Jazz Pantai, Jazz Gunung, Lalare Orchestra, Angklung Caruk, dan yang baru Festival Musik Jalanan.

"Bila untuk menikmati konser jazz ada tiket yang harus dibeli, musik jalanan akan menghadirkan musisi berkualitas dari Jalan Malioboro Yogyakarta dan Taman Bungkul Surabaya untuk dinikmati masyarakat secara gratis. Jadi musik tidak hanya untuk yang high class, tapi juga untuk yang menengah ke bawah. Selain itu, juga ada acara seputar dunia kuliner, fashion, dan lain-lain," ujar Bram.

Selain atraksi budaya, Banyuwangi memiliki daya tarik wisata alam kelas dunia antara lain Kawah Ijen yang populer dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land yang banyak diminati wisman. Posisi geografis Banyuwangi yang dekat dengan Bali, menjadikan pariwisata Banyuwangi cepat melakukan go international.

Adapun jumlah kunjungan wisman ke Banyuwangi tahun 2017 sebanyak 98.970 orang, sedangkan wisnus sebanyak 4,83 juta. Tahun 2018 kunjungan wisman diproyeksikan sebanyak 100.000 wisman, dan wisnus sekitar 5 juta.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini