Mau Cepat Kurus? Mulai Sekarang Naik KRL!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 30 481 2011309 mau-cepat-kurus-mulai-sekarang-naik-krl-3vBmMpwkhO.jpg Naik transportasi umum seperti KRL bisa bikin kurus (Foto: Dok.Okezone)

Tahun 2019 diprediksi sebagai tahun bagi mereka yang mau hidup lebih sehat. Mulai dari makanan sehat yang semakin hits sampai pola hidup yang mengarah ke healthy lifestyle.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan membuat mereka yang sebelumnya terlalu sibuk dengan pekerjaan, kini menyempatkan waktu untuk berolahraga, baik itu di pagi hari sebelum kerja atau sepulang kerja. Bahkan, beberapa perusahaan memfasilitasi kantornya dengan gym untuk mempermudah pegawainya mendapatkan tubuh yang sehat.

Nah, tujuan dari hidup sehat ini adalah salah satunya untuk menurunkan berat badan. Bagi mereka yang bertubuh gemuk atau obesitas, berolahraga dimaksudkan untuk membuat tubuh lebih sehat, ya, ujung-ujungnya lebih kurus. Tidak hanya olahraga, mereka yang obesitas juga biasanya mengatur pola makan mereka dengan sangat ketat.

Selain itu, Anda yang obesitas mungkin bisa melakukan "Diet Transportasi Publik". Ya, tren ini mulai ramai di New York City. Konsep dietnya sederhana, mereka rutin naik Subway dan rutinitas ini membuat berat badan mereka turun. Kok bisa?

Dilansir Okezone dari New York Post, penelitian dilakukan University of Illnois di Urbana-Champaign dan Georgia Tech. Mereka mengungkapkan, naik transportasi publik berkaitan dengan tingkat obesitas yang menurun.

Analisis ini diterbitkan dalam jurnal Transportasi Penelitian Bagian A: Kebijakan dan Praktik, dan melihat data dari tahun 2001 dan 2009 di 227 negara dari 45 negara.

Dalam melihat tingkat obesitas di negara, para peneliti menemukan, peningkatan 1 persen pada orang yang menggunakan angkutan massal berkaitan dengan penurunan 0,5 persen pada tingkat obesitas. So, apakah ini fakta yang perlu dipercaya seutuhnya?

Penumpang KRL

Penulis studi Sheldon H. Jacobson, seorang profesor ilmu komputer di Illinois, memperingatkan, penelitian mereka tidak selalu menyiratkan jika satu orang tertentu cenderung menjadi kurus jika mereka sering naik transportasi publik. Namun, dia percaya, menggunakan transportasi publik menciptakan kultur bergerak. Hal ini sesuai dengan program Kementerian Kesehatan RI yaitu GERMAS di mana salah satu di dalamnya adalah mau berolahraga.

Dengan naik transportasi publik, di mana kalau di Indonesia kita bisa menirunya dengan  dengan naik KRL, Anda diharapkan lebih banyak kesempatan untuk berolahraga daripada jika Anda hanya berjalan dari pintu depan rumah ke mobil Anda. Hal ini juga bisa menjelaskan perbedaan berat badan Anda.

"Tidak banyak orang yang menggunakan transportasi umum berhenti tepat di luar rumah mereka," kata Jacobson. “Mereka harus berjalan ke atau dari halte. Kalori ekstra yang dibakar itu kecil tetapi gerakan tubuh mereka tetap memberi efek dibandingkan Anda yang hanya berdiam diri," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini