nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Derita Tumor Otak, Mantan Model Playboy Gantungkan Harapan pada Minyak Ganja

Blenda Azaria, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 01:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 30 481 2011486 derita-tumor-otak-mantan-model-playboy-gantungkan-harapan-pada-minyak-ganja-cNtCB9WTym.jpg Kerrie Parker gantungkan harapan pada minyak ganja karena tumor otak (Foto: Thesun)

Tumor otak merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Meski tumor tidak selalu menyebabkan kanker, namun pada beberapa orang tumor ini dapat menyebabkan kanker otak.

Hal ini terjadi pada seorang mantan model majalah Playboy yang juga mantan Miss UK, Kerri Parker (34). Ia telah diberitahu bahwa tumor otaknya tidak dapat dioperasi, setelah berjuang melawan kanker selama lima tahun.

Kerri didiagnosis menderita kanker otak pada tahun 2013 dan diberikan izin dua tahun kemudian setelah menjalani operasi untuk mengangkat tumornya. Namun, mantan model majalah Playboy asal Dereham, Norfolk ini baru diberitahu bahwa kankernya telah menyebar dan tidak bisa diangkat dengan operasi.

Dokter mengatakan kepadanya bahwa Kerri hanya memiliki delapan minggu untuk mengobati kanker secara holistik sebelum ia harus memulai enam siklus kemoterapi dan satu tahun radioterapi jika dia ingin bertahan hidup.

Walau begitu, Kerri memilih mencoba perawatan alternatif terlebih dulu sebelum mencoba kemoterapi demi menghindari berada di rumah sakit selama satu tahun karena akan membahayakan kariernya.

kerri parker

Untuk menghindari kemoterapi, Kerri menggunakan cannabis oil atau minyak ganja dan telah menemukan sebuah klinik di AS yang menawarkan obat dengan efek samping yang lebih sedikit.

“Aku memakai cannabis oil dan minyak ini berhasil menghentikan rasa sakit yang tiba-tiba datang,” ujarnya.

"Aku menyadari bahwa minyak ini telah membantu dan di AS mereka menyerahkan semuanya ke pengobatan alternative,” tambahnya lagi.

Pada bulan Oktober lalu - sebelum cannabis oil dilegalkan - Kerri mengatakan, dia akan mengambil risiko lima tahun di balik penjara daripada menjalani 12 putaran kemoterapi.

Menurutnya, dia hanya akan menjadi lebih sakit dengan memulai kemo - yang telah dijadwalkan pada pertengahan Oktober - tanpa jaminan itu akan menyelamatkan hidupnya.

Namun, karena tingkat keparahannya, dokter mengatakan bahwa ia hanya memiliki beberapa bulan untuk mencoba terapi lain sebelum ia terpaksa harus mencoba kemoterapi dan radioterapi.

“Aku telah berolahraga beberapa tahun belakangan. Aku belajar bela diri dan berhasil meraih sabuk hitam, aku berada pada kondisi paling sehat saat itu. Jadi aku merasa itu tidak masuk akal ketika dokter berkata aku harus menjalani kemoterapi yang membuatku semakin sakit,” ujarnya.

Kerrie

Menurutnya, ia tidak mau rambutnya rontok karena kemo atau wajahnya terbakar akibat radioterapi.

“Aku olahraga tiap hari, menjalankan akademi model, dan bisnis lainnya. Jadi aku tidak mau kankerku mempengaruhi semua ini,” tambah Kerri.

Walau begitu, para ahli telah memperingatkan pasien kanker yang memilih terapi alternatif dibandingkan kemoterapi dua kali lebih mungkin meninggal.

Namun, Kerri berencana akan mengunjungi rumah sakit dan kembali mendapatkan perawatan tiap enam bulan jika semuanya berjalan dengan baik. Ia bahkan telah menjual rumahnya dan melakukan penggalangan dana untuk membiayai perawatannya.

Meskipun diberi peluang 13 persen untuk selamat dari operasi pertamanya, Kerri ternyata pulih secara penuh dan dirinya kembali kerja dan tetap melakukan olahraga bela dirinya.

Kerri terus mengumpulkan uang untuk perawatan alternatifnya melalui halaman penggalangan dana di Facebook dan telah mengumpulkan hampir setengah dari £6.500 atau sekitar Rp105juta hanya dalam 24 hari.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini