nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Demam Berdarah Terbanyak di DKI Jakarta, Siapa Jawaranya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 19:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 30 481 2011558 kasus-demam-berdarah-terbanyak-di-dki-jakarta-siapa-jawaranya-QDiW7Za9EE.jpg Nyamuk. (Foto: NDTV)

PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu jenis penyakit musiman yang terjadi di Indonesia. Bertepatan dengan datangnya musim hujan, memang biasanya kasus demam berdarah akan semakin tinggi, mengingat banyaknya genang air yang terjadi setelah hujan.

Genangan-genangan air yang berada di sekitar pemukiman seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol plastik, lubang pohon, pelepah daun dan masih banyak lagi yang lainnya. Memang, kasus demam berdarah bukan hanya terjadi di daerah pinggiran, tetapi juga di daerah urban.

Menurut data yang dipaparkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, melalui Inda Mutiara selaku Kepala Seksi Penyakit Menular Vektor dan Zonatik, update data per 21 Januari 2019, sejauh ini wilayah Jakarta Selatan lah yang menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: Kisah Nyata 4 Pria yang Hidup dengan Boneka Seks

Dari grafik data “Insidens Rate DBD Per Wilayah” dengan hitungan per 100.000 penduduk di tahun 2018 lalu, angka kasus DBD di Jakarta Selatan memang tergolong tinggi yakni di angka 32,8, sementara posisi ketiga wilayah Jakarta Barat di angka 37,0. Adapun posisi pertama yakni Kepulauan Seribu dengan angka 41,4.

Memasuki 2019 ini, dari hitungan data per 21 Januari 2019, telah terjadi peningkatan kasus di wilayah Jakarta Selatan sehingga menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi sebesar 4,9. Sementara wilayah Jakarta Barat, tercatat sebesar 4,1.

Lantas, faktor apakah yang menjadikan Jakarta Selatan menjadi yang tertinggi? Dijelaskan Inda, penyebabnya dari tingginya kasus demam berdarah di Jakarta Selatan tidak terlepas dari jumlah penduduk dan luas geografis wilayah.

“Jakarta Selatan ini wilayahnya terluas. Sudah terluas, dengan jumlah penduduk terbanyak,” ujar Inda, saat ditemui Okezone di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga: 3 Orang Ini Meregang Nyawa Usai Santap Durian Enak

Inda menambahkan, faktor kepadatan penduduk memang begitu berpengaruh pada hitungan jumlah kasus karena jumlah penduduk di suatu wilayah sangat berperan.

“Contohnya Jagakarsa, penduduk terbanyak. Jadi kalau lihat angka kasus, kita harus lihat juga jumlah penduduknya. Jakarta Barat kasusnya tinggi juga, per kecamatan ada yang jumlahnya 550 ribu penduduk,” pungkas Inda.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini