nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yunius Mujianto Membawa Kebaya dan Baju Kurung Jadi Fesyen Milenial

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 11:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 31 194 2011817 yunius-mujianto-membawa-kebaya-dan-baju-kurung-jadi-fesyen-milenial-wvUzEEtvTm.gif Kebaya dan baju kurung milenial Yulius Mujianto (Foto:Dimas/Okezone)

MENCIPTAKAN nuansa baru pada kain tradisional bukanlah perkara yang mudah. Perlu dilakukan sebuah persiapan matang dan terkonsep dengan baik untuk menciptakan koleksi yang berkualitas dan bernilai tinggi.

Namun, semua kendala tersebut berhasil ditaklukkan Yunius Mujianto, desainer pendatang baru asal Semarang yang sukses menghipnotis para tamu undangan pada gelaran Semarang Fashion Trend Show di Galeri PPI, Semarang, Jawa Tengah, 29 Januari 2019.

Mengusung konsep Neo Medival, Yunius mencoba memadukan konsep kekinian dan tradisional yang ia aplikasikan pada 6 koleksi kebaya dan baju kurung teranyarnya. Dilihat dari presentasi busana yang ditampilkan, maka akan tergambar jelas detail-detail unik sekalipun koleksi ini terinspirasi dari kebaya tradisional dan batik khas Semarang.

“Saya ingin mengemas kebaya dan baju kurung dengan gaya kekinian. Oleh karena itu, semua detail dan siluetnya saya eksplorasi lagi. Saya juga memberikan detail bulu-bulu putih pada kebaya yang dimaksudkan sebagai visualisasi dari burung blekok yaitu, burung yang menjadi ciri khas Kota Semarang,” papar Yunius saat diwawancarai Okezone selepas acara.

 

Meski tidak menggunakan batik asli Semarang, Yunius mengatakan bahwa desain dan visualisasi bulu burung blekok sudah merepresantasikan ciri khas daerah asalnya. Dari 6 koleksi tersebut, ada satu koleksi yang berhasil membuat para penonton berdecak kagum.

Tampilannya memang masih menonjolkan kesan tradisional yang sangat kental. Namun, detail aksen asimeteris dan pemberian layer pada bagian kanan kebaya menjadi daya tarik tersendiri.

Koleksi inilah yang kemudian menjadi salah satu bukti bahwa Yunius telah sukses mengkreasikan kain tradisional hingga menyuguhkan tampilan yang lebih modern dan kekinian.

“Biasanya kan kebaya itu pakai ekor, saya memilih menggunakan layer di bagian kanan untuk variasi dan menciptakan kesan modern,” ungkapnya.

Lebih lanjut, berbicara soal bahan dan detail, ia mengatakan bahwa koleksinya kali ini lebih banyak menggunakan bahan lace, batik, kain prada, hingga kain tile. Untuk urusan detail, Yunius juga tidak mau main-main.

“Jujur saja, saya lebih mengutamakan detail. Bagaimana mengemas busana dengan detail yang rapih itu adalah tantangan tersendiri untuk saya. Bisa dilihat dari penggunaan bahan 3D, payet-payet, kristal, mutiara, bunga, dan bulu-bulu tadi,” tegasnya.

 

Sementara untuk urusan warna, Yunius mengaku masih setia menggunakan nuansa broken white. Baginya, pemilihan warna putih atau broken white itu dapat mengeluarkan aura wanita Indonesia yang sebenarnya.

“Warna putih menyiratkan banyak makna. Putih itu polos, suci, menarik, anggun, dinamis, dan glamour. Tapi terkadang, ketika saya melihat wanita Indonesia memakai baju berwarna putih, daya tarik atau aura mereka jauh lebih menarik dan berbeda. Itu sebabnya, busana bernuansa putih akan selalu ada, karena saya sendiri memang punya market untuk wedding,” papar Yunius.

Baca Juga:

5 Potret Cantiknya Mendiang Saphira Indah saat Hamil

Ahmad Dhani Mendekam di Hotel Prodeo, Mulan Jameela Kembali Jualan Cilok Muncrat!

Sedikit berbicara tentang perjalanan karir Yunius, pada awalnya ia tidak pernah kepikiran menekuni bidang fashion meski sudah memiliki dasar di bidang arsitektur. Keputusan untuk terjun ke bidang fashion justru datang di awal tahun 2011, setelah sempat bekerja di beberapa perusahaan retail.

“Prosesnya cukup panjang, Sebelum jadi desainer, saya sempat bekerja di beberapa perusahan retail. Saya belajar secara ototidak tidak pernah ikut sekolah model. Bahkan, modal awal saya dulu hanya Rp500 ribu,” kenangnya.

 

Dua tahun pertama, Yunius mengaku tidak berhasil mendapatkan satu klien pun. Kalau saja waktu itu mentalnya tidak kuat, mungkin ia sudah mencoba coba usaha lain. Namun berkat kerja keras, doa, dan prinsip yang ia pegang teguh, usahanya pun mulai mengalami peningkatan.

“Saya yakin jika seseorang menekuni bakat yang telah diberikan Gusti Allah, mereka pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik. Saya selalu memegang prinsip itu, hingga bisa mencapai pada titik ini,” kata Yunius.

“Tadinya saya hanya punya beberapa klien. Tapi lama-lama tersebar dari mulut ke mulut. Saya diliput oleh media Ibu Kota, terus ada juga media lokal yang meminjam baju saya untuk dikenakan oleh salah satu pejabat yang pada saat itu akan dijadikan cover majalah mereka. Saya juga pernah bekerjasama dengan photographer dan stasiun tv swasta untuk menyediakan wardrobe. Semua itu saya lakukan demi mengembangkan bisnis ini,” pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini