nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Najwa Shihab Bongkar Alasan Basi Milenial Ogah Ikut Pemilu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 08:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 31 196 2011740 najwa-shihab-bongkar-alasan-basi-milenial-ogah-ikut-pemilu-yang-suka-golput-pasti-tertampar-Ak1URzKJOF.jpg Najwa Shihab bongkar alasan basi anak muda enggan ikut pemilu (Foto: Youtube)

PEMILU Serentak 2019 bakal digelar pada 17 April tahun ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, presiden, wakil presiden, dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat akan dipilih pada hari yang sama dengan lebih dari 190 juta pemilih yang memenuhi syarat.

Polemik 'Golput' masih menjadi pekerjaan rumah, terlebih Indonesia adalah negara republik yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Padahal, jika Anda sadar, ketika Golput dipilih, maka Anda tidak ikut membangun bangsa ini.

Nah, Najwa Shihab punya pandangannya sendiri mengenai alasan malas ikut Pemilu dan milenial. Baginya, pemilih muda ini masih cukup banyak yang bingung dengan pilihannya. Di Indonesia sendiri, pemilih muda berjumlah 5 juta jiwa. Angka ini tentu cukup tinggi untuk menentukan pilihan, bukan?

Nana, sapaan akrabnya, menjabarkan dalam video Youtube Narasi TV, beberapa alasan basi kenapa milenial masih keukeuh tidak mau nyoblos. Apa benar pandangan Nana ini? Simak ulasannya berikut ini

 BACA JUGA : Selain Benjolan, Ini Gejala Kanker Payudara yang Sering Terabaikan

1. Saya tidak cukup mengenal masing-masing kandidat

Kandidat bukanlah gebetan yang akun Instagramnya di-private dan sulit untuk kamu kepoin. Mereka adalah figur publik yang selalu siap sedia menjual sosoknya dan semuanya ada di ponsel pintarmu. Udah kayak krikil. Informasi tentang kandidat bertebaran mulai dari profil rekam jejak dan janji janji yang ditawarkan. Sampai kelakuan dan blunder-blunder yang mereka lakukan. Jadi, kalau kamu bisa tahu kalau Lisa BLACKPINK itu jago main ukulele atau tahu koleksi mobil kinclong Atta Halilintar, tidak ada alasan untuk tidak tahu kandidat Pemilu!

2. Tidak ada kandidat yang meyakinkan

Ini basi! Sebab, kamu tidak akan yakin 100 persen dengan pacar kamu, iya, nggak? Ngaku? Tapi kamu akan mengambil keputusan untuk bersamanya karena kamu sadar membutuhkan sosok terbaik untuk di posisi itu. Faktyanya kamu tidak sendirian, kok. Sebagian dari kita juga tidak puas dengan kandidat yang sudah ada. Tapi, seseorang memang harus terpilih. Kamu boleh tidak yakin dengan kandidat, tapi yakinkan pada diri sendiri, kamu cukup cerdas untuk bisa menilai siapa yang lebih dibutuhkan negeri ini.

 amu tidak akan yakin 100 persen dengan pacar kamu, iya, nggak?

3. Saya tidak mempertaruhkan apa-apa

Saya masih kuliah, belum ngerasain ikut antri Job Fair, belum punya anak-istri yang harus dinafkahi, kos-kosan ber-AC saya masih dibayarin orangtua, jadi apa yang saya pertaruhkan? Masa depan! Tepatnya, masa depanmu dan masa depan bangsa ini. Siapa yang jadi pemimpin hari ini akan mempengaruhi masa-masa mendatang. Nggak percaya? Lihat saja apa yang sudah dilakukan Presiden Soeharto.

 

4. Saya tidak merasa terwakili

Apalagi jika kamu tidak memilih, jelas tidak akan terwakili! Kamu sepakat tidak kalau kurikulum sekolah atau jalannya perkuliahan itu menjenuhkan dan selalu membuat kamu ingin titip absen? Pernahkah kamu khawatir UU ITE bisa membuat kita masuk penjara karena update status? Atau kamu sering jengkel karena internet di Indonesia butut?

Siapa lagi yang akan menyuarakan kebutuhan-kebutuhan itu jika bukan anak muda? Anak muda perlu ikut memilih agar kepentingan dan alat mereka terwakili, menarik bukan membayangkan bagaimana jika Indonesia ditentukan oleh pilihan anak muda? Tidak ikut memilih justru kontraproduktif terhadap keterwakilan politik. Ini justru menjadi peluang bagi orang-orang yang lawas yang itu-itu lagi untuk mendominasi proses pengambilan kebijakan.

5. Saya tidak suka politik

Pertama, semua orang yang tidak hidup sebatang kara di dalam goa tidak mungkin tidak terlibat dalam politik. Kedua, Pemilu tidak membuat kamu jadi anggota partai, kok, atau ikut rapat-rapat DPR. Justru, jika kamu alergi dengan itu semua Pemilu memungkinkanmu untuk menyerahkan hal-hal itu ke orang lian. Tugasmu? Hanya memilih orang yang tepat.

6. Saya tidak punya waktu!

Serius? Yang perlu kamu lakukan adalah menyisihkan sebagian waktu sekitar 5 menit dari waktu scrolling Instagram untuk datang memilih di tempat pemungutan suara (TPS). Lima menitmu untuk lima tahun kita semua.

 Lima menitmu untuk lima tahun kita semua.

7. Saya Golput!

Pembahasan ini bisa panjang dan mungkin perlu video terpisah. Yang pasti, memilih untuk tidak memilih, itu memang bukan pidana. Tapi, kalau kamu Golput hanya karena ikut-ikutan saja, nonton lagi video ini dari awal, ya.

 BACA JUGA : Jangan Pajang Lukisan Pasar di Rumah Jika Tak Ingin Kesialan Ini Menimpa

8. Saya belum 17 tahun dan saya belum menikah

Kalau begitu, sampai bertemu di Pemilu 2024!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini