Fase Kehidupan Paling Berat Bakal Muncul di Usia 22 Tahun, Kenapa?

Alma Dwi, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 196 2011902 fase-kehidupan-paling-berat-bakal-muncul-di-usia-22-tahun-kenapa-lKCXbrVYIc.jpg Usia 22 jadi fase hidup paling berat (Foto: Huffingtonpost)

USIA 22 tahun menjadi peralihan dari remaja menuju usia dewasa. Di usia ini kamu akan merasakan bahwa jadi orang dewasa bukan hal yang mudah. Pertambahan usia membuat tantangan, beban, sekaligus tanggung jawabmu semakin besar.

Di usia ini, semua pilihan untuk masa depan ada di genggamanmu. Bahkan, ada sejuta 'keharusan' yang sebenarnya tak ingin kamu lakukan. Makanya, 22 tahun adalah usia dimana kamu akan mengalami tantangan terberat dalam hidupmu.

Meski begitu, usia 22 tahun patut kamu syukuri dan tinggal kamunya saja, apakah kamu sanggup melewati segala tantangan, atau tidak. Maka, berikut adalah 7 alasan kenapa usia 22 menjadi usia dengan tantangan hidup terberat, yang Okezone kutip dari berbagai sumber.

BACA JUGA : Waria Hamil Kesurupan Belalang Sembah, Reaksinya Kocak Parah!

1. Kamu yang sudah lulus kuliah, maka akan merasakan sulitnya mencari pekerjaan

Untuk kamu yang sudah lulus kuliah, maka kamu akan sampai di mana kamu tidak akan bisa tidur menunggu panggilan kerja yang tidak kunjung datang. Tuntutan untuk bekerja memang sudah harus kamu terima dengan lapang dada. Mungkin saja kamu mengalami masa-masa sulit mencari kerja, atau bingung mau kerja apa dan di mana, ketidaksesuaian lowongan kerja dengan minatmu, dan lain sebagainya. Meskipun berat, namun tetap harus diusahakan dan dijalani.

Usia 22 akan menajdi usia produktif kita

2. Kamu yang lulus SMA langsung kerja, maka akan merasakan kejenuhan dengan pekerjaan

Sedangkan untuk kamu yang belum sempat melanjutkan kuliah dan langsung kerja setelah lulus SMA, itu tandanya kamu sudah mengalami lebih dari dua tahun masa bekerja yang artinya kamu akan sampai pada masa jenuh dan bingung apalagi yang harus kamu lakukan. Kamu jadi seperti kehilangan identitas tentang siapa dan apa yang seharusnya kamu lakukan.

3. Bekerja di tempat atau bidang yang tidak sesuai keinginan

Mungkin kamu bukan satu-satunya yang bertahan dengan pekerjaan hanya untuk membayar tagihan segala keperluan dan kebutuhan, meskipun jalur karier yang kamu tempuh tidak sesuai dengan keinginanmu. Namun, percaya atau tidak, pekerjaan kamu bisa menjadi sesuatu yang benar-benar kamu sukai setiap hari. Ikuti jalur karier yang memberi kamu kehidupan.

4. Tidak bisa lagi menjadikan orangtua sebagai tempat mengadu dan dituntut untuk bersikap dewasa

Mungkin kadang kamu merasa lelah, kadang kamu merasa seperti mesin berjalan yang dinyalakan tanpa dimatikan, kadang kamu capek bekerja terus dan terus, kamu capek dengan tuntutan hidup, tapi kamu tidak bisa bergantung pada siapapun termasuk orangtuamu. Yang kamu punya hanyalah dirimu dan kamu harus mau tidak mau bergantung pada dirimu sendiri.

Selain itu, untuk menghadapi semua masalah itu, kamu tidak bisa lagi bersikap seperti anak kecil yang memilih pergi saat menghadapi hal yang buruk. Waupun susah, kamu harus menghadapinya.

5. Berada di persimpangan antara kerier atau pasangan

Untuk yang sudah memiliki pasangan, mungkin ada saatnya kamu akan bingung mana yang harus kamu prioritaskan lebih dahulu. Kalau kamu mendahulukan karir, kamu akan khawatir pasanganmu akan menyerah padamu dan kalau kamu memprioritaskan pasangan, kamu khawatir tidak akan bisa meraih apapun yang kamu inginkan dalam pekerjaanmu. Sedangkan yang masih sendiri, di usia 22 ini tentunya kamu juga akan sibuk mencari pasangan.

6. Membandingkan situasi kamu saat ini dengan orang lain

Ketika memasuki usia ini, ada kalanya kamu akan membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain khususnya dalam hal keberhasilan. Meskipun begitu, sebaiknya kamu tidak membandingkannya karena kehidupan setiap orang berbeda. Percayalah bahwa kamu berada di kondisi yang diperuntukkan bagi kamu.

 BACA JUGA : 5 Potret Cantiknya Mendiang Saphira Indah saat Hamil

7. Frustasi tentang apa yang akan dilakukan di masa depan

Kamu mengalami masa dimana kamu tidak tahu sama sekali apakah kamu sudah berada di jalur yang benar atau tidak. Kamu yang sudah bekerja di usia ini akan mulai mempertanyakan apakah pekerjaanmu sudah tepat? Apa ini yang kamu mau? Apa ini yang ingin kamu kerjakan sampai tua? Kalau tidak lalu harus ke bidang apa? Harus kerja apa? Semua pertanyaan itu sangat membuat galau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini