nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisa Membaca Tarot, Elisabet Kusumodewi: Ini Karunia dari Tuhan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 19:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 196 2012058 bisa-membaca-tarot-elisabet-kusumodewi-ini-karunia-dari-tuhan-N8ljkN2NiF.jpg Elisabet Kusumodewi pembaca tarot (Foto:Dokumenpribadi)

BUKU dan kartu tarot berderet rapi di sebuah toko buku. Seperti ada panggilan semesta, tidak tahu bagaimana benda-benda tersebut seperti memanggil Elisabet Kusumodewi.

Buku dan kartu tersebut buatan 4 penulis yang berbeda. Hal yang semakin membuatnya penasaran. Alhasil, dibuka buku tersebut dan Dewi, sapaan akrabnya, mulai mempelajari dunia tarot. Tahun 2011 awal penasarannya pun mulai terjawab.

Tak ada pikiran apa-apa saat mulai mempelajari buku dan setiap kartu tarot yang dia pegang. Namun, semesta seperti memberi isyarat, tarot adalah bagian dalam hidupnya. Sesuatu yang ternyata menyatu dalam dirinya secara tidak langsung.

Baca Juga:

5 Potret Cantiknya Mendiang Saphira Indah saat Hamil

"Awalnya aku baca untuk diri aku sendiri," terang Dewi pada Okezone melalui surat elektronik, Rabu, 30 Januari 2019. Ya, Dewi belajar dengan sendirinya. Keterbukaannya pada diri sendiri membuat instingnya terasah. Itu juga sepertinya yang membuat Dewi sangat sensitif terhadap segala hal.

Perempuan kelahiran Yogyakarta, 16 Januari 1979 ini masih ingat betul apa kartu tarot yang pertama kali dia kendalikan. Adalah kartu tarot Nusantara. Kartu itu menjadi dasar utama dia bisa sampai seperti sekarang.

Bicara mengenai latihan tarot pertama kali, Dewi menjelaskan, setiap harinya dia mesti berteman dengan satu per satu kartu yang ada. Ya, setiap kartu tarot memiliki makna tersendiri dan pemahaman mengenai makna setiap kartu menjadi hal utama bagi setiap pembaca tarot.

Bukan perkara mudah untuk bisa membaca kartu tarot. Dewi menuturkan, dirinya mesti mencocokkan dengan makna yang terkandung di dalam buku panduannya. Sekali lagi, setiap kartu punya maknanya sendiri dan sebagai pembaca tarot, tidak bisa kemudian sembarang mengartikan.

Belum habis 2011, Dewi akhirnya memberanikan diri turun ke lapangan. Ya, Dewi coba membacakan "kehidupan" teman satu kantornya. Tidak hanya teman, perempuan berambut bondol itu juga coba membaca saudaranya sendiri. Responnya? Kaget, tapi selanjutnya ketagihan.

"Pada awalnya keluarga menganggap saya aneh. Inget, ya, yang aneh itu sayanya bukan buku tarotnya," ujar Dewi.

Selain menganggap Dewi aneh, keluarga pun tidak percaya dengan apa yang dilakukan Dewi. Tapi, tekad yang bulat membuatnya yakin, dia bisa dan benar. Banyak pembacaan yang tepat sasaran. "Ini yang kemudian membuat banyak orang di awal saya membaca percaya dan bikin mereka ketagihan buat dibacain lagi," imbuhnya.

Kisah berlanjut. Di 2012 akhirnya Dewi membeli kartu rider Waite Smith (RWS) Tarot. Kartu ini yang kemudian membuat dia semakin cinta dengan tarot. Hingga akhirnya sekarang perempuan yang suka baca buku dan nonton film itu sudah menguasai 8 kartu tarot.

Kartu-kartu tersebut antara lain; Tarot Nusantara, Rider Waite Smith Tarot, New Vision, Angel Tarot, Gilded Tarot, Lenormand, Mystical Fairy Tarot, dan Wizards Tarot.

Bicara mengenai keistimewaan dari setiap tarot yang sudah dikuasai, Dewi menjelaskan semua hanya berbeda dari segi gambarnya. Kalau bicara mengenai fungsi, Dewi menjelaskan, semua sama saja.

 

Alasan tertarik dengan Tarot

Setiap orang pasti punya alasan khusus kenapa dirinya mau menekuni satu bidang yang dia anggap membuatnya bahagia. Begitu juga dengan Dewi.

"Tarot bagi saya ruang untuk healing," ungkapnya.

Ya, bentuk healing yang diterapkan Dewi mungkin berbeda dengan manusia lain. Tapi, baginya, tarot tidak hanya menyembuhkan atau memulihkan klien, tapi juga untuk si pembacanya. Saat sesi konsultasi dan pembacaan berlangsung, secara tidak langsung si pembaca akan disadarkan dan berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Jadi, tarot bukan sekadar membaca masa depan dengan medium kartu. Dewi menganggapnya sebagai ruang untuk terus belajar dan introspeksi diri atas apa yang sudah dia lakukan pada hidupnya.

Baca Juga:

Saphira Indah Meninggal Dunia, Ini 4 Penyebab Kematian Ibu Hamil

"Saya mencoba untuk selalu mengambil sisi positif dari pembacaan kartu tarot, Itu cara healing bagi saya," ujar Dewi.

Namun, secara teknis, Dewi menyukai tarot karena visual yang ditampilkan setiap kartu tarot dianggapnya bagus. Selain itu, warna dan penggambaran tokoh di kartu cukup jelas dan selalu menyimpan hal menarik yang bikin dirinya tertantang untuk terus mempelajarinya.

Gift yang dititipkan Tuhan

Anda perlu tahu, setiap pembaca tarot biasanya dititipkan "hadiah spesial" dari Tuhan. Bisa macam-macam bentuknya, mulai dari cenayang atau juga indigo.

Dewi sendiri menganggap bisa membaca tarot adalah karunia atau gift yang dititipkan Tuhan untuknya. Karunia ini dia syukuri dengan cara membantu sesama manusia.

"Saya sadar apa yang saya lakukan ini adalah bagian dari penggunaan karunia yang diberikan Tuhan. Bentuk karunia tersebut ialah vision dan kepekaan intuisi. Dalam penerapannya, gift tersebut sangat membantu saya membaca kartu tarot," tutur Dewi.

Dia sadar bahwa siapa pun pasti sudah dititipkan karunia berbeda-beda. Ini tergantung dari bagaimana manusia tersebut menyadari dirinya sendiri dan kemudian memaksimalkan karunia yang diberikan Tuhan tersebut.

Okezone sempat mempertanyakan ini ke Dewi; Apakah Anda pernah menyesal telah dititipkan gift ini?

 

Dewi dengan santai menjawabnya; "Tidak pernah saya menyesali apa yang sudah terjadi. Sebab, hidup saya terus mengalir. Saya hanya menjalani apa yang sudah dikehendaki semesta. Termasuk saat saya masuk di dunia tarot ini. Saya selalu bersyukur dengan segala yang saya miliki saat ini," jawabnya ramah.

Satu hal yang membuat Dewi masih terus ingin bisa membaca tarot adalah dia merasa bisa menjadi manusia yang berguna untuk manusia lain. Itu juga yang membuat Dewi menganggap bahwa kliennya adalah sosok influencer dalam hidupnya.

"Para klien yang membuat saya masih baca tarot hingga detik ini. Dengan adanya klien yang memanfaatkan jasa saya, berarti tarot masih dibutuhkan. Dari pembacaan tarot ini juga saya selalu mengambil sisi positif. Itu yang membuat hidup saya menjadi lebih hidup dan penuh rasa syukur," ungkap Dewi sedikit haru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini