Ketika Tunarungu Diberdayakan Jadi Barista, Mampukah Mereka?

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 196 2012099 ketika-tunarungu-diberdayakan-jadi-barista-mampukah-mereka-tXPEwaHL8f.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PROFESI Barista memang cukup menjanjikan, mengingat semakin menjamurnya kedai kopi di Indonesia. Tidak jarang, barista tersebut akhirnya sukses dan membangun bisnis kopi yang lebih menguntungkan.

Founder PT Kopi Petani Indonesia (KOPPI) Tony Arifin menuturkan, saat ini di kota-kota besar keberadaan kedai kopi telah menjamur. Karenanya, semakin banyak sumber daya manusia atau barista.

”Penikmat kopi kini sudah menyebar ke segala lapisan usia, status sosial dan gender. Tantangannya adalah bagaimana ngopi itu bisa lebih cepat dan mudah, terjangkau, dan rasa kopi yang ditawarkan harus berkualitas,” ujar Tony lewat keterangan pers yang diterima Okezone.

Baca Juga: 5 Potret Cantiknya Mendiang Saphira Indah saat Hamil

jika tidak didukung dengan kreativitas, maka barista tersebut tidak akan menghasilkan rasa yang nikmat.

Tapi, jika tidak didukung dengan kreativitas, maka barista tersebut tidak akan menghasilkan rasa yang nikmat. Hal itu dapat membuat pelanggan kapok dan ogah datang lagi ke kedai kopi. "Salah satu perbedaan yang terlihat jelas di masing-masing kedai kopi adalah pelayanan dan kecepatan barista dalam meracik kopi," ucap Beverage Manager KOPPI tersebut.

Oleh karena itu, dia pun ingin memberdayakan kaum disabilitas supaya menjadi barista berkompeten. Dia pun akhirnya mengajak Komunitas Handai Tuli, yang anggotanya berminat bakal dilatih jadi barista handal.

Pendiri Handai Tuli Rully Anjar Afianto pun mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, semua orang disabilitas khususnya mereka yang tuli memiliki kemampuan besar dalam meracik kopi di sebuah kedai.

"Kami sangat senang bisa terlibat dalam pendampingan program pemberdayaan ini. Karena dengan merekrut tuli sebagai pekerja, hal ini bisa membuktikan bahwa yang dibutuhkan adalah kesempatan kerja yang setara,” ujar Rully.

Baca Juga: Beranjak ABG, Intip 4 Gaya Andalan Anak Gadis Ariel "Noah"

Ketika kualitas kerja barista tak sudah mencapai titik profesional, mereka pun pasti banyak ditawari ikut ajang championship kelas dunia. Sudah banyak contohnya seorang barista yang namanya beken di kancah internasional.

Salah satunya World Barista Champion 2014 Hidenori lzaki yang dipercaya KOPPI untuk mengelola bisnis, sekaligus mengembangkan menu racikan kopi enak. Dia menyebut, sudah banyak kedai kopi buka di banyak negara, tapi setiap tempat punya perbedaan masing-masing.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini