nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saphira Indah Meninggal Dunia, Ini 4 Penyebab Kematian Ibu Hamil

Salma Nafisa, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 14:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 31 481 2011872 saphira-indah-meninggal-dunia-saat-hamil-inikah-4-penyebabnya-e6an8J76ob.jpg Saphira Indah meninggal dunia saat hamil (Foto: @saphira_indah/Instagram)

Ibu hamil juga memiliki risiko kematian saat mengandung maupun melahirkan. Seperti artis Indonesia Shapira Indah yang meninggal di usia kehamilan 6 bulan.

Kabar duka meninggalnya artis Indonesia ini diumumkan oleh manajernya, Maeva Amin. Belum diketahui penyebab meninggalnya artis cantik ini.

Saphira Indah

Namun, seorang ibu hamil memang menghadapi risiko kematian ketika mengandung maupun melahirkan. Ada beberapa kondisi penyebab atau yang meningkatkan risiko kematian ibu hamil, dilansir dari berbagai sumber Kamis (31/1/2019) :

Anemia

Sel darah merah sehat berguna untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke jaringan di dalam tubuh. Nah, jika Ibu hamil kekurangan sel darah merah dapat mengakibatkan kelahiran prematur atau berat badan bayi rendah, dan sang Ibu juga bisa terancam meninggal.

Hal ini disebabkan karena calon Ibu membutuhkan peningkatan volume darah, jika nutrisi yang diperlukan kurang maka suplai darah pada tubuh akan rendah. Hal tersebut bisa mengakibatkan kelelahan, sesak napas, nyeri dada, detak jantung tidak teratur hingga merasa pusing. Kondisi ini bisa diatasi dan diketahui dengan melakukan tes darah.

Baca Juga: 5 Potret Cantiknya Mendiang Saphira Indah saat Hamil

Preeklamsia

Memiliki tekanan darah tinggi saat hamil merupakan hal yang umum terjadi. Namun, hal ini bisa berubah menjadi sangat fatal jika tekanan darah tinggi tidak ditangani dengan baik saat hamil. 

Preeklamsia adalah kondisi tekanan darah tinggi disertai rusaknya organ pada tubuh dan ditemukannya protein dalam urine. Biasanya kondisi ini terjadi setelah lima bulan kehamilan.

Ibu yang berisiko mengalami preeklamsia adalah wanita yang pertama kali hamil dan berusia di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun. Penderitanya akan memiliki berat badan yang berlebih, tekanan darah tinggi, mengandung bayi kembar, atau memiliki penyakit kronis.

Keguguran

Keguguran biasanya terjadi saat awal kehamilan. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kelainan kromosom dan genetis yang berat. Adanya kelainan pada rahim dan kondisi fisik dan medis pada calon Ibu.

Tanda yang pertama adalah pendarahan pada vagina. Ketika sudah terlihat pendarahan pada vagina, maka harus segera menemui dokter, sebab keguguran bisa menyebabkan infeksi berat dan kematian kepada calon Ibu.

Emboli air ketuban

Kompilasi ini terjadi ketika air ketuban atau materi janin seperti rambut bayi atau sel kulit memasuki aliran darah sang Ibu. Hal ini dapat terjadi kapan saja dimulai dari sebelum persalinan hingga sesudah melahirkan.

Gejala emboli air ketuban ini meliputi tekanan darah yang mendadak turun, cairan paru-paru, gagal jantung, kejang-kejang, kecemasan yang mendadak, dan menggigil. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko cedera pada otak bagi mereka yang bertahan hidup, lebih parahnya lagi biasanya sang Ibu mengalami kematian.

Itulah penyebab risiko kematian pada Ibu hamil, tetap waspada dan jaga kesehatan ya mom!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini