nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Genetik, Kenapa Hidung Orang Bule Mancung dan Asia Pesek?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 21:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 31 481 2011932 selain-genetik-kenapa-hidung-orang-bule-mancung-dan-asia-pesek-doEgFQGYiR.jpg Hidung bule mancung dan asia pesek (Foto: Drnumb)

KETIKA Anda diminta untuk mendeskripsikan ciri-ciri fisik orang “bule” atau ras kaukasoid, Anda mungkin menyebutkan mereka umumnya memiliki kulit putih, badan tinggi, mata biru atau hijau, dan berhidung mancung.

Sementara itu, orang-orang Asia cenderung memiliki kulit kuning langsat atau gelap, badan sedang atau pendek, dan berhidung pesek. Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa bentuk hidung manusia di belahan dunia yang berbeda bisa beragam? Nah, para peneliti telah menemukan jawabannya. Simak hasil temuan para ahli di bawah ini, seperti dikutip Hellosehat.com.

BACA JUGA : Waria Hamil Kesurupan Belalang Sembah, Reaksinya Kocak Parah!

Perbedaan bentuk hidung pada manusia di seluruh dunia

Sejak akhir tahun 1800-an, seorang peneliti dan ahli anatomi tubuh manusia dari Inggris bernama Arthur Thomson telah mempelajari variasi bentuk hidung manusia di berbagai belahan dunia. Menurut penelitiannya, diketahui bahwa orang-orang yang tinggal di negara beriklim dingin dan kering cenderung memiliki hidung mancung dan ramping. Misalnya di negara-negara di Eropa dan Amerika Utara.

Sedangkan populasi manusia yang tinggal di benua yang iklimnya lebih hangat dan lembap, misalnya Asia dan Afrika, diketahui memiliki hidung yang pesek dan lebar. Sayangnya, teori dari Arthur Thomson ini belum dikembangan secara sempurna karena pada saat itu datanya masih terbatas, sampai akhirnya penelitian lain baru-baru ini menguatkan jawabannya.

Apa hubungannya iklim dan bentuk hidung manusia?

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Pennsylvania State University di Amerika Serikat berhasil menguak alasan bentuk hidung manusia berbeda-beda di setiap belahan dunia. Hasil temuan ini rupanya mendukung teori yang dipelopori oleh peneliti Arthur Thomson.

Meskipun bentuk hidung seseorang ditentukan secara genetik, ada juga faktor lain yang jadi penentu, yaitu kemampuan adaptasi manusia terhadap perbedaan iklim. Anda mungkin bertanya-tanya, apa hubungannya antara perbedaan iklim dengan bentuk hidung manusia? Jawabannya terletak pada fungsi hidung itu sendiri.

 

Hidung berfungsi sebagai penyaring udara dan beragam partikel yang terhirup masuk ke dalam paru-paru. Maksudnya, hidung akan membantu mencegah masuknya kotoran atau debu ke dalam sistem pernapasan. Selain itu, hidung juga akan menyesuaikan suhu dan kelembapan udara yang masuk agar tak terlalu dingin, panas atau kering bagi paru-paru.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Public Library of Science (PLOS): Genetics ini memaparkan bahwa “bule” memiliki hidung mancung supaya bisa beradaptasi terhadap udara yang sangat dingin dan kering. Dengan hidung yang mancung dan ramping, udara yang dihirup pun tidak akan langsung masuk ke sistem pernapasan. Udara akan tertahan lebih lama di hidung sehingga suhu dan kelembapannya sempat diatur dan dihangatkan dulu sebelum menuju ke paru-paru.

 BACA JUGA : Diam-Diam, 4 Zodiak Ini Lebih Tertarik Pacaran Sama Brondong

Sementara itu, hidung orang Asia atau Afrika cenderung lebih pendek karena udara tak perlu ditahan lama-lama supaya jadi hangat. Pasalnya, udara di negara-negara tersebut sudah cukup hangat dan lembap bagi paru-paru. Karena kebutuhan bertahan hidup dan beradaptasi inilah hidung manusia di setiap negara bentuknya berbeda-beda.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini