nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penuh Makna dan Kemegahan, Konsep Pernikahan Paes Ageng Kanigaran dari Yogyakarta

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 08:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 01 194 2012260 penuh-makna-dan-kemegahan-konsep-pernikahan-paes-ageng-kanigaran-dari-yogyakarta-nCXbqAhOe8.jpg Pernikahan adat Jawa Paes Kanigran (Foto: Pinterest)

KONSEP pernikahan adat Jawa dari dulu sampai sekarang masih diminati calon pengantin. Salah satu yang jadi panutan adalah konsep paes ageng kanigaran yang terkesan megah.

Masyarakat Jawa memiliki tradisi beragam saat mengadakan resepsi pernikahan. Dalam seremoni, ada tata cara spesifik yang sarat dengan estetika.

Salah satu konsep yang jadi primadona adalah tema Paes Ageng Kanigaran dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Konsep ini sebenarnya dianut dari pernikahan agung Keraton Yogyakarta.

Karena kebesaran hatinya, di masa kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono ke-9, membebaskan siapa saja menggunakan konsep pernikahan agung ini. Apalagi setiap detail upacara pernikahan mengandung arti mendalam.

 BACA JUGA : Kisah di Balik Desainer Rudy Chandra, Jatuh di Panggung hingga Enggak Dibayar Klien

Mulai dari make up, baju adat kedua pengantin dan keluarga besar, pembawa acara, susunan acara yang sesuai adat, dekorasi gebyok khas Yogyakarta, menu jamuan yang disajikan bagi tamu undangan, hingga musik dan hiburan yang mengiringi sepanjang acara, turut mendukung terciptanya kesempurnaan bagi pernikahan bertema Paes Ageng Kanigaran.

 

Menelaah pernikahan bernafaskan adat Jawa, Marketing SISS The Wedding Rostantri mengatakan, konsep Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta menjadikan pengantin bak raja dan ratu sehari dalam seremoni pernikahan. Pasti dari sisi riasan pengantin akan terlihat indah, unik dan rinci serta harus dijalani penuh kekuatan dan kesabaran.

"Riasan dan busana pengantin menjadi ciri khas utama adat ini. Ada aturan pakem yang tidak boleh dilanggar sembarangan," ujar Rostantri ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Bukan cuma Yogyakarta, di setiap daerah di Pulau Jawa memiliki pakem masing-masing. Maka itu, penting sekali jika mempelai pengantin memperhatikan detail perbedaan maknanya.

Seperti paes pengantin putri, adapun busana kain jawa dan aksesoris yang dikenakan kedua pengantin, bermakna kesucian, kehormatan, persatuan, dan harapan kebahagiaan. Sementara konsep pernikahan Paes Ageng Kanigaran, menampilkan pernikahan yang berkesan mewah, gagah, bijaksana dan agung.

*Bagaimana dengan dekorasinya?*

Public Relation dan Marketing Suryo Decor Kanya Wirasati menambahkan, dekorasi memegang peran penting dalam pesta pernikahan. Dengan dekorasi yang cantik, pasti mampu menggambarkan latar belakang keluarga, adat budaya yang dijunjung serta harapan yang ingin dicapai.

"Suasana adat Keraton Yogyakarta pasti harus terlihat megah dalam pernikahan siapapun yang memakainya. Atmosfer tradisionalnya harus dibangun di sini," tutur Kanya.

 

Jadilah ada penggambaran bangsawan keraton yang kental saat memilih konsep Paes Ageng Kanigaran ini. Biasanya dekorasi ruangan itu mengadopsi arsitektur bangunan Gedhong Kaca Museum Hamengkubuwono IX yang terletak di kawasan keraton.

Plafon konstruksi bertingkat dan ditopang tiang Soko Guru adalah ciri khas bangunan keraton dan akan didominasi warna merah, hitam dan emas. Masyarakat seolah dapat merasakan langsung keagungan dan keindahan Keraton Yogyakarta.

"Tapi sekarang ini konsep dekorasi harus disesuaikan dengan selera calon pengantin. Ada beberapa yang dicampur dengan konsep minimalis, tapi tetap eye catching," imbuh Kanya.

*Resepsi pernikahan semakin hidup dengan musik latar yang merdu*

Director Deo Entertainment Chico menyebut, meskipun nuansa Paes Ageng Kanigaran dipilih saat resepsi pernikahan, tentu akan hambar kalau tidak diiringi dengan musik atau hiburan. Karena ingin menarik minat pasar, pastinya dia mengolaborasikan musik tradisional dan modern.

"Hiburan musik sangat penting ada dalam resepsi pernikahan. Bayangkan para calon pengantin mengadakan sebuah pernikahan, di dalamnya ada dekorasi indah dan makanan enak, tapi tidak ada musik pengiring. Pasti hening suasananya," tutur Chico.

Dia menambahkan, adanya iringan musik dalam pesta pernikahan rupanya bisa membangkitkan mood pengantin dan tamu undangan yang hadir. Persoalan adat, banyak grup musik yang mengawinkan musik tradisional dan modern.

"Musik bisa membangun suasana. Sekalipun modern, kami kadang jamming dengan pemain gamelan di pesta pernikahan adat Jawa. Pasti ini bisa lebih disukai kaum milenial," kata Chico.

Adapun bujet yang mesti Anda siapkan pastinya di atas Rp25 jutaan. Kalau dirinci, make up dan busana dodotan saja membutuhkan bujet sekira Rp7 jutaan. Sisanya pasti untuk dekorasi dan katering yang memanjakan tamu.

 BACA JUGA : Perempuan Pakai Baju Seksi Dianggap Nakal dan Tidak Berpendidikan?

Dengan begitu, ketika konsep pernikahan direncanakan matang dengan bujet yang sesuai, pasti hasilnya memuaskan. Tak cukup itu, rangkaian acara pun pasti disukai tamu dan jadi kenangan terindah seumur hidup.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini