Tahun Baru Imlek dan Lebaran Ternyata Tak Jauh Beda, Apa Persamaannya?

Romeldo Christian, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 196 2012621 tahun-baru-imlek-dan-lebaran-ternyata-tak-jauh-beda-apa-persamaannya-0eJzdkSRZR.jpg Imlek. (Foto: IBtimes)

MEMASUKI Tahun Baru China Imlek yang tepatnya dirayakan pada 5 Februari ini memang sudah ditunggu oleh beberapa orang, terutama kaum tionghoa. Nah, yang juga dinanti dari imlek adalah sederet perayaannya.

Memang, banyak pertunjukan saat imlek seperti barongsai dan liong. Ditambah lagi, banyak diskon-diskon di pusat perbelanjaan betebaran. Tidak heran, jika akhirnya Imlek tidak hanya dirayakan oleh kaum Tionghoa.

Tapi siapa sangka perayaan Imlek di China sebenarnya hampir sama dengan perayaan Lebaran di Indonesia. Di China sendiri, sebenarnya saat Tahun Baru Imlek menjadi saat untuk pulang kampung. Melansir dari Unicargo, Imlek memang tercatat menjadi perpindahan manusia terbesar di dunia.

Baca Juga: 5 Potret Cantiknya Mendiang Saphira Indah saat Hamil

Bagi masyarakat China, tahun baru imlek tersebut memang merupakan kesempatan untuk mereka dapat kembali pulang, dan melihat orangtua mereka. Bahkan, mereka rela untuk berganti-ganti transportasi karena jauhnya daerah mereka dengan rumah.

Para pekerja juga menjalani libur selama satu minggu penuh untuk tinggal bersama keluarga mereka. Kesempatan ini juga dipakai untuk menyapa kerabat atau orang-orang terdekat.

Melansir China Highlights, selain menyapa atau berkunjung ke tempat kerabat, masyarakat China khususnya yang berada di Beijing pergi bersama keluarga atau kerabat mereka ke sebuah atau beberapa kuil. Di kuil tersebut, mereka pun memberikan atau menonton sebuah pertunjukan.

Sama seperti Lebaran di Indonesia, masyarakat China juga memiliki makanan khusus yang disantap pada tahun baru. Alih-alih mengonsumsi ketupat dengan sayur yang bersantan, mereka yang tinggal di bagian Utara China memakan pangsit yang diberikan gula di dalamnya.

Baca Juga: Viral Video Dian Sastro Merem Melek, Bikin Heboh Warganet

Mereka beranggapan hal tersebut dapat menyimbolkan hidup akan semanis gula. Bahkan, beberapa orang menaruh koin di dalam salah satu pangsit yang mendapatkan pangsit tersebut dipercaya akan menjadi kaya pada tahun yang baru.

Lalu, masyarakat yang tinggal di daerah Selatan biasanya memakan niangao yang merupakan kue beras dan juga sup yang bernama tangyuan. Mengonsumsi niangao diharap dapat meningkatkan kesejahteraan. Sedangkan sup tangyuan diharapkan dapat membawa kebersamaan dalam keluarga.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini