nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Chanoyu, Upacara Minum Teh Jepang yang Mendunia

Renny Sundayani, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 20:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 298 2012636 chanoyu-upacara-minum-teh-jepang-yang-mendunia-CISuXg6ix2.jpg Step Upacara Minum Teh ala Jepang di Hoshino Resort Tokyo Jepang (Foto: Renny/Okezone)

UPACARA minum teh merupakan upacara tradisi budaya turun temurun yang dilakukan Jepang sejak sebelum zaman edo. Upacara minum teh ini hingga sekarang masih tetap dilestarikan. Upacara minum teh di Jepang memiliki makna kehidupan yang sangat dalam.

Upacara yang sering disebut Chanoyu ini, memiliki beberapa step tata cara meminumnya. Sebelumnya Okezone telah mencoba mengikuti ritual minum teh ala Jepang, di Hoshinoya Resort Tokyo. Sebelum memulai ada baiknya kamu memakai busana seperti kimono untuk menghormati upacara tersebut.

Dalam upacara Chanoyu, teh disiapkan oleh seorang ahli khusus dengan tata cara tertentu, dan tidak dapat sembarang orang menjadi ahli Chanoyu. Untuk dapat menjadi ahli Chanoyu, ada beberapa syarat yakni memiliki keahlian seperti pengetahuan mendalam tentang tipe teh, kimono, kaligrafi Jepang, ikebana, dan berbagai pengetahuan tradisional lain. Jika kamu penasaran, berikut step-step upacara teh ala Jepang.

Baca juga:

1. Seorang ahli Chanoyu menyiapkan teh dan memberikan cangkir kepada tamu (biasanya lelaki diberi cangkir yang simpel dan wanita diberi cangkir bunga. Dalam pelaksanaan chanoyu alat-alat yang dipakai bernama Chadogu. Chadogu mempunyai motif yang bervariasi tergantung dari acara dan musim yang sedang berlangsung. Semua peralatan ini digunakan dan dirawat dengan sangat baik. Sebelum dan sesudah digunakan akan selalu dibersihkan, bahkan beberapa pembuat teh menggunakan sarung tangan saat menggunakan Chadogu. Sebelum dipakai upacara, biasanya alat-alat dibersihkan dahulu dengan air panas yang berada di tungku, kemudian dilap menggunakan kain persegi panjang berwarna putih (chakin).

2. Setelah dibersihkan, teh bubuk hijau (matcha) dimasukkan ke mangkuk kecil (chawan). Mangkuk kecil alias chawan biasanya terdapat berbagai ukuran dan bentuk. Mangkuk dengan dasar yang rendah, digunakan untuk musim panas agar teh cepat dingin, sedangkan pada musim panas akan digunakan mangkuk dengan dasar yang dalam.

Sebagai informasi, wadah yang digunakan untuk menyimpan bubuk teh hijau dinamakan chaki/natsume . namun penyebutan Natsume juga sering digunakan karena, ada beberapa wadah teh yang bentuknya menyerupai buah plum dengan warna coklat kemerahan dan bagian bawahnya yang lebih kecil daripada bagian atas. Sedangkan chashaku, sendok panjang yang biasanya terbuat dari bambu, digunakan untuk mengambil teh dari natsume.

3. Setelah bubuk teh dimasukkan, lalu tuangkan air panas yang diambil dari gentong air atau disebut Okama. Kemudian untuk mengaduk bubuk teh tersebut, diperlukan Chasen atau pengocok teh yang terbuat dari bambu.

4. Sebelum menempelkan cangkir ke bibir, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan tangan kanan harus memutar cangkir 180 derajat dalam tiga putaran. Jika kita lupa melakukan hal ini maka kita dianggap tidak sopan dan tuan rumah akan tersinggung. Karena gambar bunga-bunganya harus terlihat di depan sehingga tuan rumah mengetahui bahwa kita sangat menikmati teh tersebut.

5. Ketika teh habis, untuk menghormati tuan rumah kita harus membuat suara seperti menyeruput dengan tujuan bahwa teh itu benar-benar dinikmati. Setelah habis, lap bagian ujung cangkir dengan tangan kanan. Lalu putar cangkir berlawanan dengan arah jarum jam dan kembalikan ke tuan rumah.

Upacara minum teh ini biasa diadakan pada sebuah ruang tertentu yang disebut Chasitsu. Terdapat 2 jenis Chasitsu, yaitu sebuah bangunan tersendiri yang terdiri dari beberapa ruang, atau ruangan yang berada dalam suatu bangunan namun dikhususkan untuk upacara minum teh.

Rumah teh biasanya berupa bangunan sederhana yang kecil, terbuat dari kayu. Letaknya di area yang terpisah pada bagian yang tenang. Namun pada masa kini biasanya tea room bisa di kebun, hotel, kuil, biara, sekolah maupun taman di Jepang. Di rumah Jepang, ruangan dengan lantai tatami bisa digunakan sebagai ruangan teh, sekaligus untuk fungsi yang lain juga. Bagaimana Okezoners menarik bukan?

1
7

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini