nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menilik Mitologi Monster Nian dalam Perayaan Imlek

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 05:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 406 2012662 menilik-mitologi-monster-nian-dalam-perayaan-imlek-0ezU4OpRTY.jpg Monster Nian dalam tradisi Imlek (Foto:Ist)

DUA hari lagi, seluruh masyarakat Tionghoa di Indonesia akan merayakan Tahun Baru Imlek. Berbicara soal Imlek biasanya identik dengan ritual hingga mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satunya tentang Monster Nian.

Berdasarkan rangkuman Okezone dari berbagai sumber, Minggu (3/2/2019), cerita-cerita mengenai Monster Nian tertulis dalam buku Jingchu sui shi ji, catatan tradisi tahun baru Jingchu yang dibuat di zama dinasi selatan (420-589 BE) dan ditulis oleh Zong Lin (501-565 BE).

 

Diceritakan bahwa pada zaman dahulu, hiduplah seekor binatang bernama Nian yang hobi memakan berbagai benda yang ada di langit hingga di dalam tanah. Setiap hari, selera makannya selalu berganti.

Hasil gambar untuk Nian

Rasa takut pun mulai menghantui penduduk setempat. Alhasil, mereka mulai menghitung hari dan menebak-nebak kapankah Nian akan memakan manusia.

Hasil perhitungan mereka tepat pada hari ke 365. Di hari itulah Nian memakan manusia pada malam hari. Setelah kenyang, ia akan kembali sarang yang berada di atas Gunung ketika ayam berkokok. Hari ini kemudian dikenal dengan sebutan Guansha, atau gerbang kesialan yang disebut Nian Guan.

Baca Juga:

Viral Pamer Foto Jendela Pesawat, Netizen Tertipu Massal

Asisten Pribadi Menteri Susi Pudjiastuti Tulis Surat Pengunduran Diri, Netizen Terharu!

Mereka mulai mencara untuk menghindari dari gerbang kesialan itu dengan cara memasak lebih siang dari hari-hari sebelumnya. Seluruh binatang peliharaan pun diikat di kandang, sementara pintu dan jendela rumah ditutup rapat.

Setiap rumah mendadak menjadi hening mengingat komport serta seluruh lampu penerangan juga ikut dimatikan. Selain itu, penduduk juga melakukan sembahyang bersama agar lolos dari incaran sang monster.

Setelah sembahyang, mereka akan menyantap makan malam bersama karena tidak tahu apakah mereka bisa lolos dari monster tersebut, atau bahkan makan malam itu menjadi perjamuan terakhir.

 Hasil gambar untuk Nian

Berkat usaha yang dilakukan oleh para penduduk, Nian ternyata tidak berhasil mendapatkan mangsa. Semua pintu tertutup rapat diganjal dengan balok dan kondisi gelap gulita. Ia kesulitan untuk mendapatkan mangsa hingga akhirnya pagi menjelang. Hal itu memaksa Nian untuk kembali ke sarangnya.

Suatu waktu, Nian berhasil melahap seluruh penduduk kampung di daerah Jian Nian. Namun, hanya ada satu rumah yang luput karena pada di depan pintunya tergantung seutas kain merah. Penghuni rumah itu adalah sepasang pengantin baru yang juga berbusana serba merah.

 

Mereka berhasil selamat bersama beberapa anak kecil yang sedang asik bermain api dan membakar bambu. Usut punya usut, Nian sangat takut dengan kain berwarna merah, suara bambu, dan letusan petasan.

Sejak saat itulah, tradisi makan malam bersama keluarga, dekorasi berwarna merah, serta membakar petasan atau kembang api, selalu identik dengan perayaan Imlek.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini