nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Digigit Nyamuk 5 Tahun Lalu, Kaki Hussain Kini Mengeras bak Batu

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 13:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 481 2012385 digigit-nyamuk-5-tahun-lalu-kaki-hussain-kini-mengeras-bak-batu-IrEbcM591K.jpg Digigit nyamuk kaki Hussain kini mengeras bak batu (Foto:Thesun)

SHAHID Hussain kini hanya bisa terbaring lemah. Ayah lima anak ini mengalami penyakit aneh yang membuat kakinya semakin mengeras menyerupai batu. Kakinya pun berubah menjadi bengkak dan berukuran dua kali lebih besar dari ukuran pada umumnya.

Setelah diperiksa, pria malang berusia 38 tahun ini menderita penyakit elephantiasis atau kaki gajah yang disebabkan oleh infeksi parasit yang menyakitkan. Penyakit ini pula yang membuat anggota tubuhnya tumbuh menjadi besar secara tidak normal.

 It's caused his legs to swell and crust like elephant's skin

Tentu saja penyakit tersebut membuat Hussain terbaring di tempat tidur dengan kondisi kakinya yang sangat berat. Ayah lima orang anak ini mengatakan bahwa hidupnya normal pada lima tahun lalu sebelum kakinya membesar secara tiba-tiba.

Baca Juga:

Viral Pamer Foto Jendela Pesawat, Netizen Tertipu Massal

Asisten Pribadi Menteri Susi Pudjiastuti Tulis Surat Pengunduran Diri, Netizen Terharu!

“Saya menjalani hidup saya dengan normal tetapi lima tahun lalu kaki saya mulai bengkak. Awalnya, saya pikir semuanya akan baik-baik saja tetapi sekarang penyakit telah membuat saya hampir terbaring di tempat tidur dan tidak bisa berjalan. Saya tidak pernah membayangkan kondisiku akan seperti ini, saya benar-benar akan lumpuh,” terang Hussain, melansir dari The Sun, Jumat (1/2/2019).

Awalnya Hussain bekerja di garasi mobil untuk menghidupi keluarganya, tetapi karena dia sudah tidak produktif, mereka semua harus hidup bergantung pada amal anggota keluarga lainnya. Sang istri, Fatima, mengatakan bahwa semua simpanan mereka telah dihabiskan termasuk uang yang telah mereka tabung untuk pernikahan putri mereka.

"Saya juga menjual perhiasan dan kami bergantung pada kerabat kami sekarang. Kami tidak mengerti apa yang harus dilakukan,” tutur Fatima.

Keluarga Hussain telah membawanya ke beberapa dokter di Karachi tetapi mereka tidak dapat menawarkan bantuan apa pun. Para dokter mengatakan kepadanya bahwa lebih baik pergi ke rumah sakit yang lebih besar di ibukota Islamabad. Namun, karena situasi keuangan mereka, Hussain tidak mungkin dapat mewujudkannya.

"Para dokter memberi tahu kami untuk pergi ke Institut Ilmu Kedokteran Pakistan di Islamabad untuk menjalani operasi, tetapi kami tidak mampu membayar perawatan di sana,” lanjut Fatima.

Fatima menegaskan bahwa keluarganya bahkan tidak memiliki cukup uang untuk bepergian ke Karachi. Jadi sangat mustahil bagi mereka pergi ke Islamabad yang merupakan kota yang mahal.

 He can now barely see his feet and he's virtually bed-bound

“Kami berharap orang-orang memperhatikan kondisi Hussain dan maju ke depan untuk memberikan bantuan kepada kami,” tutupnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 120 juta orang di seluruh dunia dipengaruhi oleh kaki gajah. Selain kecacatan fisik, banyak penderita juga berjuang dengan kerugian mental, sosial dan finansial yang dapat memperburuk kemiskinan mereka.

Karena cenderung disebabkan oleh nyamuk, orang yang tinggal di negara berkembanglah yang paling berisiko. Kondisi kumuh dan kurangnya perlindungan serangga menyebabkan risiko infeksi yang konstan.

Saat ini WHO sedang berusaha menyembuhkan kondisi tersebut melalui "kemoterapi preventif" yakni memberikan dosis obat kepada seluruh populasi berisiko.

Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap wabah penyakit demam berdarah. Saat ini, Demam Berdarah Dengue (DBD), telah mewabah di hampir sebagian besar wilayah Indonesia hingga statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Tentunya saja DBD tidak bisa dianggap remeh, jika salah dalam penangangan maka akan mengakibatkan kematian pada penderitanya. Meski demikian, penyebaran penyakit tersebut masih bisa ditanggulangi dengan pola hidup bersih dan disiplin.

Sebagaimana diketahui penyebaran DBD disebabkan oleh nyamuk sebagai perantaranya. Tak hanya menyebarkan penyakit seperti DBD, nyamuk juga bisa membawa petaka lain pada manusia. Salah satunya adalah kisah pria yang satu ini.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini