nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Lonjakan Kasus DBD, Menkes Nila Minta Masyarakat Lakukan Ini

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 14:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 01 481 2012432 cegah-lonjakan-kasus-dbd-menkes-nila-minta-masyarakat-lakukan-ini-2Ef0W65IuT.jpg Kasus DBD masih terus meningkat (Dok.Okezone)

Lonjakan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) rupanya ditengarai karena perilaku manusia. Karenanya, jika Anda tak menjaga kebersihan lingkungan, yang dimulai dari rumah sendiri, risiko peningkatkan DBD akan semakin besar.

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) mengatakan, kejadian DBD terkait erat dengan lingkungan. Nyamuk aedes aegypti bakal berkembang biak di lingkungan kotor.

"Dari peralihan musim panas ke hujan, curah hujan tinggi jadi banyak air tergenang. Apalagi kalau kotor. Nyamuk terus berkembang biak dan tentu akan menggigit kita," ujar Menkes Nila kepada wartawan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (1/2/2019).

Menkes Nila meminta masyarakat agar bekerja sama menjaga lingkungan. Usahakan jangan ada jentik nyamuk di sekitar rumah karena berbahaya.

Dia berharap, juru pemantau jentik (jumantik) bekerja ekstra menangkal sarang nyamuk di lingkungan RT/RW. Ini mesti disosialisasikan ke semua warga di sebuah pemukiman, supaya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berjalan lancar.

"Kadang kita lupa radius rumah tetangga. Misalnya kalau rumah kita bersih, tetangga tidak. Apalagi kalau rumahnya kosong, dia enggak tahu, kita yang kena DBD padahal. Makanya jumantik harus sosialisasikan, satu yang saya minta," kata Menkes Nila.

Nyamuk

Belum lagi, banyak juga kalangan anak sekolah yang mendadak kena DBD. Ternyata satu pemicu risikonya adalah adanya genangan air di area sekolah, khususnya di kamar mandi.

Ketika sekolah libur, seringkali petugas kebersihan sekolah lupa membuang air. Banyak jentik nyamuk akhirnya, yang bisa mengganggu anak-anak.

"Di Sabtu dan Minggu genangan air lupa dibuang. Pas Senin anak masuk sekolah, langsung digigit nyamuk, kena DBD. Jangan sampai," beber Menkes Nila.

Data terbaru kasus DBD di Indonesia per tanggal 1 Februari 2019 sudah mencapai 15.132 orang. Dari kasus itu, sebanyak 145 jiwa meninggal dunia akibat DBD.

Namun menurut Menkes Nila, saat kejadian DBD di Indonesia masih jauh dari KLB nasional. Meski begitu, program PSN harus selalu digencarkan supaya tidak mengalami dampaknya.

"Jauh dari KLB nasional, kita masih lebih rendah dibandingkan 2016. Tentu saya tidak harapkan, kalau bisa ya tidak ada," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini