nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Jenis Olahraga Ini Ternyata Berbahaya untuk Pemula

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 481 2012666 3-jenis-olahraga-ini-ternyata-berbahaya-untuk-pemula-nIBGod8CKI.jpg Ilustrasi (Foto: EPA)

MEMELIHARA kesehatan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalani pola hidup sehat dan seimbang itu wajib hukumnya. Maksudnya tentu saja bukan hanya dengan menjaga pola asupan makan, tetapi juga rutin berolahraga. Olahraga dalam arti konsisten untuk dilakukan.

Bicara soal olahraga rutin, sayangnya banyak orang awam yang masih belum terlalu paham bahwa memilih jenis olahraga yang tepat itu penting adanya, terutama khususnya untuk pemula yang baru memulai rutinitas berolahraga. Pasalnya, ada tipe olahraga yang sebaiknya tidak dilakukan oleh pemula karena berbahaya bagi tubuh.

 

Apa saja jenis olahraga yang ternyata berbahaya dan tidak disarankan terutama untuk para pemula? Hal ini dijelaskan dr.Daniel Nugroho Wattimury SpKO, dokter olahraga dari Rumah Sakit MMC.

 Baca Juga: Mengandung 933.000 Bakteri, Alasan Gelas Minuman Harus Dicuci Setiap Hari

“Ada tiga jenis olahraga yang berbahaya, tidak disarankan untuk para pemula. Pertama futsal, lalu bulutangkis dan tenis. Kenapa? Alasan karena di tipe olahraga ini kita enggak bisa memonitor nadi tertinggi kita. Terlalu kompetisi gini orang kebanyakan jadi mengikuti nadi lawan, rasa terlalu ingin menang akhirnya parameter sehat terlewati. Makanya banyak kejadian di lapangan, karena enggak bisa ukur nadi pas olahraga,” jelas dr. Daniel saat ditemui Okezone, Kamis (31/1/2019) dalam acara “Imlek Market Beauty and Health Talk” di hotel Pullman, Jakarta Pusat.

 Baca Juga: Eksekusi Urun Biaya BPJS Kesehatan, Menkes Nila: Cegah Fraud Seperti Ibu Sengaja Lahir Caesar

Ukuran batas nadi yang dimaksud di atas, memang berbeda-beda bagi setiap orang. Batas ambang aman dihitung dengan cara 220 dikurangi dengan usia. Nah, batas ambang nadi aman ketika berolahraga adalah 60persen. Batas nadi ini disebutkan dr. Daniel begitu penting untuk diperhatikan.

“Ada batas nadi yang enggak boleh dicapai saat olahraga. Kalau sampai lewat bisa bahaya. Bahayanya bisa sampai ke jantung, atau nyangkut di otak lalu bisa stroke. Makanya kalau kita lihat orang sepedaan atau maraton itu pakai jam tangan makanya bisa ngukur nadi. Pas sudah berlebih, pasti langsung slow down. Jadi memang harus ada paramater sehatnya,” pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini