nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebabkan Cedera Vagina, Pakar Kesehatan Larang Wanita Gunakan Suntikan O-shot

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 23:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 485 2012555 sebabkan-cedera-vagina-pakar-kesehatan-larang-wanita-gunakan-suntikan-o-shot-YVYuouWecg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Setiap orang yang berhubungan seksual, pasti menginginkan orgasme pada tahap akhirnya. Alhasil mereka akan melakukan hal apapun agar bisa mendapatkan kepuasan ekstra saat orgasme.

Salah satu cara kekinian yang sering digunakan oleh seseorang adalah O-shot. Konon cara ini bisa meningkatkan orgasme pada wanita, namun di sisi lain cara ini pula bisa menyebabkan trauma dan kerusakan pada vagina.

Sistem kerja metode ini adalah dengan menyuntikkan darah mereka sendiri ke dalam vagina. Selintas metode ini mirip dengan vampire facial dan melibatkan pengambilan platelet rich plasma pasien dari darah mereka. Setelah itu mereka akan menyuntikannya ke dalam klitoris dan vagina.

 Baca Juga: Asisten Pribadi Menteri Susi Pudjiastuti Tulis Surat Pengunduran Diri, Netizen Terharu!

Dokter SW Skin Clinic mengatakan O-Shot atau Shot Orgasme adalah teknik non bedah perintis baru yang melibatkan Platelet Rich Plasma (PRP) yang disuntikkan ke dalam vagina untuk meremajakan dan meningkatkan kesenangan seksual.

 

“Plasma ini mengandung faktor pertumbuhan regenerasi sel yang ketika disuntikkan ke dalam vagina memicu sel induk untuk menumbuhkan jaringan vagina yang lebih sehat,” terang Dr SW, sebagaimana dilansir dari The Sun, Jumat (2/1/2019).

Meski demikian, beberapa ahli telah memperingatkan perempuan agar tidak melakukan prosedur ini. Mereka mengklaim tidak ada bukti ilmiah bahwa suntikan tersebut akan berhasil. Konsultan ginekolog, Anne Henderson memperingatkan suntikan itu dapat memiliki efek sebaliknya dan justru merusak kehidupan seks Anda.

 Baca Juga: Selain Seksualitas, Ini Manfaat dari Pelukan dan Ciuman

Menurut para dokter, banyak risiko yang terkait dengan injeksi dan dapat menyebabkan serabut saraf menjadi trauma atau rusak.

“Metode itu bisa memiliki konsekuensi lebih serius dan risiko kerusakan saraf yang dapat menyebabkan masalah jangka panjang dengan nyeri vagina. Selain itu seseorang juga akan merasa sakit saat berhubungan seksual. Satu kali melakukan suntikan dibutuhkan biaya 1000 pounds atau Rp18,2 juta,’ tutur Henderson.

Dokter Leila Frodsham selaku juru bicara dari Royal College of Obstetricians Gynecologist (RCOG) dan Institute of Psychosexual Medicine juga setuju dengan pendapat para dokter sebelumnya.

“Prosedur ini secara efektif memberi Anda hematoma, gumpalan darah yang sering disebabkan oleh trauma persalinan atau cedera sadel. Wanita dengan gumpalan dara di daerah ini umumnya mengeluhkan peningkatan rasa sakit atau berkurangnya sensasi seksual,” ucapnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini