nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sarapan Teratur Bisa Bikin Gemuk, Ini Alasannya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 09:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 03 481 2013135 sarapan-teratur-bisa-bikin-gemuk-ini-alasannya-lTikN4Pv75.jpg Sarapan bisa bikin gemuk (Foto: Dietreviewmonster)

KITA semua percaya bahwa sarapan itu penting untuk kesehatan tubuh. Fakta yang selalu diungkap mengenai sarapan salah satunya adalah meningkatkan konsentrasi. Manfaat lainnya adalah pemenuhan gizi tubuh yang baik.

Tapi, baru-baru ini muncul studi yang menjelaskan, makan di pagi hari tidak efektif untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan. Lebih lengkap, studi itu mengungkap, orang-orang yang secara teratur sarapan pada akhirnya mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari dan mendapatkan lebih banyak berat badan daripada orang-orang yang melewatkan makan pagi.

Dilansir Okezone dari New York Post, para peneliti di Monash University di Melbourne, Australia, menganalisis 13 uji klinis dari negara-negara maju, termasuk Amerika Serikat dalam 28 tahun terakhir.

Baca Juga: Viral Pamer Foto Jendela Pesawat, Netizen Tertipu Massal

"Orang-orang yang makan sarapan cenderung memiliki rata-rata 260 kalori sehari ekstra dan mereka cenderung lebih berat," kata Flavia Cicuttini, profesor epidemiologi di Monash University dan rekan penulis penelitian. Dia melanjutkan, penelitian ini jelas menunjukkan sarapan bukan ide yang baik.

Sementara itu, para peneliti juga menemukan, orang-orang yang tidak makan pagi sekitar 1 pon atau 454 gram berat badannya lebih kurus daripada mereka yang rutin sarapan. Penelitian ini juga menemukan, kalau mereka yang tidak sarapan tidak memiliki nafsu makan yang meningkat di siang hari.

Menurut Cicuttini, perbedaan skala ini bisa berarti sarapan menyebabkan kenaikan berat badan "hanya dengan asupan kalori lebih banyak." Namun, dia menunjukkan keterbatasan studinya. Beberapa dari 13 uji coba yang ditampilkan tidak bertahan lama, khususnya dalam hal memengaruhi data.

 

Di sisi lain, Cicuttini tidak ingin melarang orang untuk sarapan. Namun, hal yang mesti diperhatikan di sini, jika Anda sarapan dan dalam proses penurunan berat badan, maka pengaturan kalori harian harus diperhatikan dengan baik. Sebab, studi ini menegaskan, kenaikan kalori ternyata bisa mempengaruhi berat badan!

Perlu diketahui, menurut pedoman makan sehat Departemen Pertanian Amerika Serikat, rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 36 persen kalori harian mereka hanya dari sarapan. Dan ahli gizi Sarah Coe mengatakan, efek berat sarapan bervariasi dari orang ke orang.

"Temuan dari tinjauan ini mungkin tidak sesuai dengan rekomendasi yang ada, tetapi mereka mencerminkan ketidakpastian saat ini tentang hubungan antara sarapan dan berat badan dalam literatur ilmiah," kata Coe yang bekerja di British Nutrition Foundation pada CNN.

 Baca Juga: Lagi Hujan, Lihat Postingan Mie Rebus Telur Netizen Ini Auto Nelen Ludah!  

"Bagi orang yang mencoba menurunkan berat badan, kunci kesuksesan adalah menemukan cara terbaik bagi mereka sendiri dan sekali pun caranya aneh atau tidak sesuai literatur gizi, Anda dipersilahkan melakukannya selagi tidak memberi dampak buruk pada kesehatan," tegas Coe.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini