nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Anak Laporkan Orangtua Karena Tak Ingin Dilahirkan ke Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 04:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 196 2013722 kisah-anak-laporkan-orangtua-karena-tak-ingin-dilahirkan-ke-dunia-xbHAF8N2Tu.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Seorang pria asal New Delhi, India, nekat melaporkan kedua orangtuanya ke pihak berwajib dengan tuduhan yang tidak masuk akal.

Dilansir Okezone dari Oddity Central, Selasa (5/2/2019), Raphael Samuel yang diketahui menganut paham anti-natalist itu, merasa keberatan telah dilahirkan ke dunia tanpa persetujuannya sendiri. Aneh tapi nyata. Tapi bukankah semua orang terlahir karena memang sudah takdirnya?

Namun sayang, menurut paham atau ideologi yang dianut Samuel, seluruh bayi yang terlahir sudah seharusnya memiliki kehidupan yang sempurna tanpa harus menanggung permasalahan atau kesulitan yang dihadapi kedua orangtuanya. Berawal dari pemahaman tersebut, Samuel nekat melaporkan kedua orang tuanya ke pengadilan setempat.

 Baca Juga: 5 Zodiak Ini Diramal Kaya Raya Sebelum Usia 30

“Aku ingin memberi tahu semua anak di India bahwa mereka tidak memiliki utang budi atau apapun kepada orangtuanya. Aku mencintai orangtuaku dan kami memiliki hubungan yang baik. Tapi mereka melahirkanku hanya untuk kesenangan mereka semata,” kata Samuel kepada The Paper.

 

(Ilustrasi)

Lebih lanjut, pria berusia 27 tahun itu menjelaskan, selama ini ia sangat bahagia menjalani kehidupan. Hingga sampai pada satu titik, di mana Samuel merasa keberatan dan merasa dieksploitasi karena harus berjuang menjalani pendidikan formal.

Ia juga merasa keberatan dengan sistem kehidupan yang menuntut seseorang mendapatkan pekerjaan atau karier yang cemerlang. Padahal, selama ini ia tidak meminta untuk dilahirkan ke dunia.

 Baca Juga: Hati-Hati, 3 Zodiak Ini Terkenal Paling Matre

Untuk menyebarkan ideologi tersebut, Samuel membuat sebuah laman khusus di Facebook bagi siapa saja yang ingin mendapatkan informasi seputar anti-natalism. Ia cukup rutin membagikan pesan-pesan berbau anti-procreation untuk ‘menyadarkan’ para pengikutnya.

Beberapa pesan tersebut mencakup:

“Bukankah memaksa anak mendapatkan pekerjaan yang layak sama saja seperti penculikan atau perbudakan?”

“Orangtua kalian memilih menjadikan kalian sebagai mainan, dibanding memiliki seekor anjing atau mainan sungguhan. Kalian tidak berutang apapun kepada mereka,” tulis Samuel pada laman Facebook Nihilanand yang memiliki sekitar 431 pengikut.

Samuel mengatakan, masyarakat India seharusnya menyadari bahwa memiliki anak bukan satu-satunya pilihan untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga.

“Kita punya hak untuk bertanya, apa tujuan mereka melahirkan kita,” tugas Samuel.

Meski saat ini jumlah pengikut Samuel masih relatif kecil, namun pergerakan mereka semakin meningkat setiap tahunnya. Para penganut paham anti-natalist di India bahkan telah berencana membentuk sebuah organisasi nasional yang nantinya akan gencar mengampanyekan isu-isu seputar anak.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini