nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kanker Sedunia, Banyak Pasien Masih Punya Harapan Tapi..

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 11:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 481 2013453 hari-kanker-sedunia-banyak-pasien-masih-punya-harapan-tapi-AYT0aFzdwJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TANGGAL 4 Februari diperingati sebagai hari kanker sedunia. Lantas, bagaimana pengobatan kanker di Indonesia? Saat ini pengobatan kanker memang sudah memiliki kemajuan yang cukup signifikan.

Salah satunya yakni personalized medicine atau pengobatan personal. Pasien sangat mudah mengontrol pengobatan secara mandiri tanpa harus bolak-balik rumah sakit. Tapi, sebelum memulai terapi di rumah, pasien akan diuji terlebih dahulu lewat laboratorium. Dengan harapan pasien akan mendapat upaya pengobatan terbaik yang lebih efektif.

Menurut CEO Siloam Hospitals Group Caroline Riady, opsi untuk pengobatan kanker selama ini ada banyak jenisnya. Seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

Baca Juga: Terseret Prostitusi Online, Intip 6 Potret Miripnya Della Perez dengan Jupe, Sama-sama Bohay!

"Nah, mana yang terbaik untuk pasien A? Apakah harus coba semuanya dulu baru tahu, kan tidak. Jadi memang ada pengujian terlebih dulu untuk menentukan metode apa yang terbaik untuk pasien tersebut dan mutasi sel kankernya seperti apa," ujarnya lewat keterangan yang diterima Okezone.

Adapun personal care yang dimaksud, sebut dia, salah satunya molecular diagnostic. Lewat pemeriksaan ini, pasien bisa mengetahui jenis mutasi sel kanker yang diderita pasien, lalu menentukan jenis pengobatan yang paling efektif untuk jenis kanker tersebut.

Namun setiap pasien tidak mendapatkan pengobatan yang sama. Ada pasien yang dikemoterapi berhasil, ada juga yang tidak berhasil.

"Dengan pemeriksaan molecular diagnostic, bisa ditentukan pengobatan yang lebih tajam dan efektif disesuaikan dengan tipe sel kankernya, jenis kelamin, dan usianya," imbuh dia.

Ditambahkan dr Harijanto Solaeman, MM, dari Siloam Hospitals TB Simatupang, setiap pengobatan kanker memang ada efek sampingnya. Misalnya saja pasien kemoterapi kerap mengalami kerontokan rambut. "Kemoterapi dapat menimbulkan efek samping seperti kerontokan rambut dan gairah hidup yang menurun," tutur dr Harijanto.

Baca Juga: Intip 5 Keseruan Cupi Cupita Traveling, Momen Terakhir Diajak Bobo Bareng!

Karenanya, sebagai bentuk dukungan kesembuhan para pasien kanker, ada aksi Hair for Hope dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap 4 Februari. Bentuk dukungan seperti ini, menurut dr Harijanto, sangat penting untuk pasien. Selain itu, juga dapat memperluas kesadaran akan pencegahan kanker dan pentingnya deteksi dini kanker

"Perjalanan penyakit kanker itu sangat sulit bagi sebagian orang. Banyak yang masih ada harapan, namun ada juga yang mengalami penurunan kondisi," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini