nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Dingin, Ini Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Hipotermia

Hanizha Fatma, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 12:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 481 2013478 cuaca-dingin-ini-tanda-tanda-seseorang-mengalami-hipotermia-dY2rLDY6iW.jpg Ilustrasi (Foto: Howstuffworks)

Hipotermia dapat terjadi pada seseorang ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas yang mengakibatkan suhu tubuh sangat rendah, di bawah 95 derajat F. Ini biasanya terjadi karena cuaca dingin. Selain itu cuaca berangin juga bisa menjadi faktor.

Meskipun 95 derajat F terdengar cukup nyaman, ini bukan suhu yang cukup tinggi bagi tubuh Anda untuk bekerja dengan baik. Ketika berada di bawah suhu tersebut, jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak akan berfungsi dengan normal. Jika tidak segera diobati, hipotermia dapat mematikan jantung serta sistem pernapasan Anda yang pada akhirnya menyebabkan kematian.

 

Apa saja gejala hipotermia?

Jika Anda merasa kedinginan, tubuh akan mulai menggigil. Hal tersebut bukanlah pertanda yang baik. Menggigil adalah cara tubuh Anda mencoba menghangatkan diri dengan menciptakan beberapa gerakan, jika hal itu terjadi segera ambil tindakan. Selain itu, gejala-gejala lainnya biasa muncul secara bertahap, sehingga sulit dikenali.

Tanda dan gejala hiportemia meliputi tubuh gemetar, bicara cadel dan bergumam, napas lambat dan dangkal, denyut nadi lemah, kecanggungan atau kurangnya koordinasi, mengantuk atau energi yang sangat lemah, hilang kedasaran, hingga kulit terasa dingin.

 Baca Juga: Hari Kanker Sedunia, Banyak Pasien Masih Punya Harapan Tapi..

Bagaimana mengobati hipotermia?

Jika Anda berpikir Anda atau orang di sekitar menderita hipotermia, jangan ragu untuk menghubungi pusat bantuan. Sementara itu, Anda juga bisa mencoba pindah ke lokasi yang lebih hangat. Berhati-hatilah karena gerakan yang tiba-tiba dapat menyebabkan kerusakan tambahan pada jantung. Selain itu, lepaskan semua pakaian yang basah dan gantilah dengan yang kering untuk membantu memulai proses pemulihan.

 

Siapa yang paling berisiko terkena hipotermia?

Siapapun yang keluar rumah dalam cuaca dingin berpotensi terkenal hipotermia, tetapi ada beberapa orang yang sangat berisiko terkena hipotermia, yaitu orang yang lebih tua dan anak kecil. Selain itu, orang yang menggunakan obat-obatan atau alkohol juga bisa lebih berisiko. Demikian juga orang yang menderita hipotiroidisme, gizi buruk atau anoreksia nervosa, diabetes, stroke, artritis parah, penyakit parkinson, trauma, dam cedera tulang belakang juga bisa mempengaruhi cara tubuh untuk mengatur suhu.

 Baca Juga: Dua Rasa Rokok Elektrik Ini Bisa Hancurkan Paru-Paru Kamu!

Bagaimana mencegah hipotermia?

Untuk menghindarinya, Anda bisa mengenakan penutup tubuh guna melindungi dari suhu yang sangat dingin, terutama di bagian kepala, wajah, dan leher. Selain itu sarung tangan juga efektif untuk menjaga tangan Anda tetap hangat. Hindari kegiatan yang membuat Anda mudah berkeringat. Kenakan pakaian yang longgar, berlapis, ringan, anti air. Kain wol, sutra, polipropilen paling cocok digunakan, dan yang terakhir cobalah untuk tetap kering karena kelembapan mempercepat hipotermia.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini