nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas! Ini Dampak Buruk Kebiasaan Kencing di Kolam Renang

Pisca Azalea, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 05 481 2013939 awas-ini-dampak-buruk-kebiasaan-kencing-di-kolam-renang-MZ6JmCDKQm.jpg Kolam Renang (Foto: Dougal Fraser)

BERENANG menjadi salah satu jenis olahraga yang banyak disukai orang. Bahkan mereka yang tidak bisa berenangpun seringkali datang dan menceburkan diri untuk sekadar menghilangkan penat dan bersenang-senang. Tak heran jika kolam renang menjadi tempat yang asik untuk mereka.

Kebanyakan orang akan buang air seni dengan sengaja di dalam kolam renang, dan menganggap itu aman dan tidak masalah. Sebagian orang juga akan menganggap aroma yang kuat dari klorin di kolam renang adalah jaminan bahwa air kolam bebas dari mikroba penyebab penyakit. Sebenarnya aroma kuat itu menandakan tingkat urin, keringat, dan produk perawatan tubuh yang bermasalah di dalam air kolam renang.

 BACA JUGA : 5 Potret Della Perez Bersama Anaknya, Kompak Banget!

Melansir Popular Science, Selasa(5/2/2019), menurut sebuah penelitian kencing di kolam renang sebenarnya sangat buruk bagi Anda. "Jika ini hanya satu orang yang kencing di kolam, maka jelas itu tidak akan menjadi masalah. Tetapi kami memiliki bukti yang menunjukkan bahwa ada keadaan di mana konsentrasi senyawa-senyawa ini berbahaya dalam beberapa kasus, atau bahkan telah mencapai konsentrasi yang merusak kesehatan manusia" kata Ernest Blatchley, seorang insinyur lingkungan di Universitas Purdue.

Zat-zat dalam urin yang bercampur dengan klorin di dalam kolam menghasilkan dua senyawa beracun, yakni trikloramin dan sianogen klorida. Blatchley juga menjelaskan, kedua senyawa ini dapat berbahaya tergantung dari seberapa terkonsentrasinya klorin dan urin dalam air kolam pada waktu tertentu, adapun sejumlah faktor lain yakni berapa banyak orang yang menggunakan kolam, seberapa hangat airnya, dan berapa lama seseorang mengganti air kolam tersebut.

 

Jumlah trikloramin dalam kolam dapat diukur, tetapi alat yang digunakan untuk itu biasanya tidak tersedia untuk di kolam, dan sianogen klorida lebih sulit untuk diukur.Dari dua senyawa beracun itu, Blatchley mengatakan sianogen klorida adalah yang paling memprihatinkan karena setelah mencapai tingkat yang cukup tinggi, dapat merusak kesehatan manusia.

 

Sedangkan trikloramin dapat menyebabkan masalah pernapasan terutama pada orang yang menderita masalah seperti asma, terkait dengan masalah paru-paru akut, mempengaruhi jantung, dan sistem saraf pusat. Tak hanya itu, senyawa ini juga menyebabkan iritasi dan menciptakan bau kolam yang kadang-kadang luar biasa, dan membuat mata Anda terbakar.

Semakin banyak klorin yang ditambahkan ke dalam kolam untuk membersihkan mikroba maka semakin besar reaksi kimia tersebut terjadi. Sebaiknya, kita harus benar-benar untuk menghentikan kebiasaan buang air kecil di dalam kolam dan ketika perlu buang air kecil biasakan untuk ke kamar kecil.

Jika kita dapat menghentikan kebiasaan ini secara rutin, kita dapat mengurangi penggunaan klorin karena lebih sedikit penggunaan klorin dapat meningkatkan kualitas air dan udara. Cintai lingkungan dan kesehatanmu yang dimulai dari diri sendiri.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini