nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Wanita Terima Pesanan Ojol Nyaris Telanjang, Psikolog: Bukan Eksibisionisme

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 03:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 06 196 2014597 viral-wanita-terima-pesanan-ojol-nyaris-telanjang-psikolog-bukan-eksibisionisme-TT53Ide4Py.jpg Prank Tante Siska (Foto: Youtube)

JAGAT maya dikagetkan dengan beredarnya video perempuan berbalut handuk ngerjain abang ojek online. si perempuan terlihat membuka handuknya di detik-detik terakhir.

Video aslinya sudah dihapus, tetapi banyak netizen yang membagikan ulang video berdurasi 1 menit tersebut, salah satunya di Youtube. Chanel Bang Kiki salah satunya. Video prank tersebut pun kini sudah ditonton sebanyak 13,8 ribu kali.

Dalam caption yang dibubuhkan di sana, bisa diketahui perempuan yang ada di video tersebut bernama Siska. Dia membagikan video rekamannya sendiri itu awalnya di Twitter dengan caption bertulis; "Pizzadare He Ran Away". Ya, dapat dijelaskan juga kalau Siska memesan pizza ke abang ojek online dan dia menerima pesanannya itu hanya dengan seutas handuk.

Pada awal video, Siska masih bersikap biasa. Dia membenarkan kalau pizza tersebut benar pesanannya. Lalu, proses pembayaran berlangsung. Nah, dia sengaja menjatuhkan uangnya dan tak berlangsung lama, dia membuka handuknya di depan si abang.

Baca Juga: Jangan Main-Main di 2019, Anak Indigo Furi Harun Ramalkan Tahun Ini Bayar Karma!

Tapi, momen handuknya terbuka itu tidak diperlihatkan ke publik. Siska menyensornya sendiri dengan sticker putih menutupi seluruh tubuhnya. Setelah itu, abang ojek online-nya pun tidak memberikan respons apa-apa. Setelah uang kembalian diberikan si abang, Siska menutup pintu kamarnya dan berjalan mengarah ke kamera sambil menjulurkan lidahnya ke kamera.

Aksi Siska ini pun kontroversial di media sosial. Banyak netizen yang menjelaskan kalau apa yang sudah dilakukan Siska adalah perbuatan yang merendahkan orang lain. Beberapa memberikan komentar kalau apa yang sudah dilakukan Siska bukan hal yang sepatutnya dilakukan.

Nah, bagaimana dengan psikolog menilai video prank ini? Apakah aksi yang dilakukan Siska termasuk bentuk eksibisionisme atau hanya sebatas senang-senang?

Dijelaskan Psikolog Klinis Diah Nutrisiani, apa yang dilakukan Siska bukan perbuatan eksibisionisme, jadi sebatas prank yang sekarang menjadi tren di kalangan anak muda.

"Biasanya, mereka yang melakukan eksibisionisme itu termotivasi oleh keinginan untuk mengagetkan dan membuat stres orang yang melihatnya secara tidak terduga. Nah, kalau Siska ini sepertinya berniat untuk menunjukkan betapa menariknya tubuh dia," kata Psikolog Diah pada Okezone.

Baca Juga: Usia Kiki Fatmala Hampir Setengah Abad, Tubuhnya Masih Kencang dan Seksi

Jadi, bisa ditegaskan apa yang dilakukan perempuan di video itu hanya prank yang berniat senang-senang saja. Diah menjelaskan, prank itu istilah lainnya biasa disebut dengan practical joke atau salah satu bentuk hiburan dengan melakukan tindakan lucu-lucuan. Prank dilakukan dengan maksud membuat korban atau target prank merasa malu, kaget, dan tidak menyangka mendapatkan kejutan seperti itu.

"Ciri khas lain dari prank itu ada kamera tersembunyi yang ngerekam segala tingkah laku dan ekspresi korban selama prank berjalan," tambahnya.

"Ekshibisionisme adalah suatu jenis parafilia yang menandai seseorang yang mencari rangsangan atau kepuasan seksual dengan mempertunjukkan dirinya pada korban yang tidak menduga sebelumnya," tutur Psikolog Diah.

Menurutnya, tidak masalah bagi seseorang untuk melakukan prank asal tidak berlebihan. Selain itu, sebisa mungkin prank tidak membuat korbannya cidera, karena bisa jadi malah berurusan dengan ranah hukum.

Dia pun menambahkan, korban prank bisa melawan jika dirinya merasa terancam. Tapi, juga harus lihat niat dari pelaku prank, apa sekadar sebagai candaan atau alibi untuk melakukan kejahatan.

"Belum adanya aturan tegas tentang prank di Indonesia seperti ini masih berisiko memunculkan korban. Makanya, menurut saya harus ada kebijakan lebih lanjut mengenai hal ini. Salah satunya misalnya dengan dilarang membuat prank dengan menggunakan senjata tajam," sambung Psikolog Diah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini