nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bakso Lampion Ukuran Jumbo Berwarna Merah Laris Manis Sambut Imlek

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 08:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 06 298 2014202 bakso-lampion-ukuran-jumbo-berwarna-merah-laris-manis-sambut-imlek-zODRPLlsWs.jpg Bakso Lampion Laris Manis saat imlek (Foto: Avirista Midaada/Kontributor)

BOJONEGORO – Memperingati perayaan imlek sebuah warung bakso di Kabupaten Bojonegoro khusus menyiapkan menu bakso spesial menyerupai lampion imlek.

Bakso Pita Pitu E, nama bakso yang berada di kawasan Pasar Banjarejo, Jalan Jaksa Agung Suprapto kembali berinovasi dengan membuat bakso dengan ukuran jumbo dengan warna luarnya merah.

Pemilik warung Bakso Pita Pitu E, Eva Febrianti mengatakan ide awal pembuatan bakso lampion ini saat melintasi klenteng yang tak jauh dari warungnya.

“Waktu itu di klenteng banyak lampion merah-merah, lalu saya bilang ke suami kenapa kita tidak bikin bakso lampion saja. Jadi idenya spontan dan iseng-iseng,” ucap Eva (34) saat ditemui okezone, belum lama ini.

Dia menceritakan bahwa tekstur merah pada bakso berasal dari perpaduan buah naga dan pewarna kue.

Baca juga :

“Jadi komposisinya untuk daging buah naganya 30 persen, pewarna kuenya 70 persen. Jadi rasa segarnya itu kita dapat dari buah naga yang sudah diambil dagingnya dan diolah,” jelasnya.

Menurutnya, pembuatan bakso ini miliki kendala di proses pembentukannya. Bila tak hati-hati mencetaknya, bentuk bulatnya bakso akan pecah.

“Perlu teknis khusus untuk mencetak bakso yang sedemikian besar ini. Supaya kalau direbus tidak pecah,” beber perempuan yang dikenal Eva Embun ini.

Benar saja, baru seminggu dicoba untuk dipasarkan, bakso lampion yang di dalamnya terdapat cabai, bakso kecil, dan telur puyuh, sudah ramai diserbu para pelanggannya.

Mereka rata-rata penasaran dengan penyebutan nama bakso lampion, terlebih bahan baku salah satunya berasal dari buah naga yang diambil dagingnya ini.

Sejak dilaunching seminggu sebelum imlek, rata-rata 35 porsi yang diproduksi terjual habis sebelum warung bakso miliknya tutup.

“Ini bahkan hari ini 50 porsi sudah habis dipesan di hari imlek ini. Ada yang datang jauh-jauh dari Surabaya tidak kebagian tadi, kasihan tapi mau bagaimana lagi kita produksinya masih terbatas,” tandas perempuan yang merintis usaha bakso tahun 2017 ini.

Guna memenuhi permintaan pelanggannya selama seminggu sebelum dan sesudah imlek ini, Eva membutuhkan 2 kg sehari buah naga untuk bahan baku bakso lampionnya.

“Kalau yang ukuran jumbo satu buah naga itu setengahnya jadi satu bakso. Jadi satu buah naga jadi dua bakso lampion. Dagingnya kemudian diperas dengan kain jadi warna merahnya murni dan warna hitam di buah naga tidak ikut tercampur,” jelasnya.

Seorang pelanggannya, Adib Muhibbin mengungkapkan dirinya penasaran saat melihat postingan dari media sosial temannya.

“Sudah beberapa kali kesini, cuma ini ada menu baru jadi nyoba karena penasaran, ini nyoba bakso lampion. Memang kayak lampion, merah-merah, spesial merayakan hari imlek,” kata Adib.

Rasa gurih bercampur pedas membuat selera makan bergairah dan segar. Belum lagi melihat tekstur warna bakso yang cukup mencolok.

“Rasanya pedesnya luar biasa tapi gurihnya bakso masih terasa. Gurihnya bakso masih nempel. Di dalamnya juga masih ada baksonya lagi,” ungkap pria 24 tahun ini.

Namun menurut Eva, bakso lampion ini belum tentu akan menjadi variasi menu baru bakso di warungnya selain menu variasi bakso yang sudah tersedia.

“Kita jual seminggu sebelum dan sesudah imlek. Kalau respon masyarakat bagus dan masih banyak permintaan nanti kita masukkan ke menu utama,”jelas Eva kembali.

Nah untuk menikmati bakso lampion dari buah naga spesial imlek ini, Anda cukup merogoh kocek mulai Rp 20 ribu per porsinya sampai 150 ribu.

“Harga mulai Rp 20 ribu sampai Rp 150 ribu. Kita ada dua ukuran kecil dan jumbo,” tambah Eva.

Penasaran? datang saja langsung ke warung bakso Pita Pitu E di deretan Pasar Banjarejo Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Bojonegoro. Warung bakso aneka rasa ini buka setiap hari kecuali hari Selasa dari pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

“Kita kalau Selasa tutup, tapi kalau Selasa tanggal merah liburnya geser Rabu,” lanjut Eva.

Warung bakso ini juga melayani pemesanan melalui online. So bagi kalian yang mager saat hujan menerjang Bojonegoro tak perlu risau, bakso ini siap meluncur ke rumah Anda.

Bila membeli minimal Rp 25 ribu maka Anda bebas dikenakan ongkos kirim, namun bila membeli di bawah Rp 25 ribu, Anda akan dikenakan ongkos kirim berdasarkan jauh dekat tempat Anda. Jadi selamat mencoba bila anda di Bojonegoro!

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini