nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelenteng Talang, Saksi Keharmonisan Masyarakat Tionghoa dengan Muslim Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 16:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 06 406 2014424 kelenteng-talang-saksi-keharmonisan-masyarakat-tionghoa-dengan-muslim-cirebon-S0ifIxpip4.jpg Kelenteng Talang di Cirebon (Foto:Fathnur/Okezone)

BANYAK sekali bangunan bersejarah di Kota Cirebon yang menarik dikunjungi. Salah satunya adalah Kelenteng Talang. Kelenteng ini merupakan Kelenteng tertua kedua di Indonesia, setelah Kelenteng Hong Tiek di Surabaya.

Kelenteng yang terletak di Jalan Talang, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon ini, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan Kelenteng lainnya di Cirebon, yaitu tidak ada ornamen naga di atas atap serta bangunannya menghadap ke laut.

Menurut Ketua Majelis Ulama Konghucu Indonesia Kota Cirebon, Ciu Kong Giok atau Teddy Setiawan, Kelenteng Talang adalah bukti jejak pendaratan pertama ekspedisi armada Laksamana Cheng Ho pada abad ke-15 di Cirebon.

 

"Waktu itu ada kapal yang rusak, akhirnya mereka berhenti di tengah laut. Dari kejauhan, Kota Cirebon ini menurut Cheng Ho sangat bagus, karena memiliki latar belakang Gunung Ciremai. Akhirnya, dia menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki Cirebon dan mencari kayu supaya bisa memperbaiki kapal. Setelah itu, Laksamana haji Kung Wu Ping diutus untuk menjadi perwakilan Tionghoa disini, " kata Teddy, saat ditemui Okezone, Selasa (5/2/2019).

Teddy lalu menjelaskan, Laksamana haji Kung Wu Ping yang tadinya diutus sebagai perwakilan orang Tionghoa di Cirebon, akhirnya diperintahkan untuk menetap. Pada tahun 1415 M, Laksamana haji Kung Wu Ping mendirikan sebuah mercusuar di atas bukit Gunung Jati, Cirebon. Disana, dibentuk pula komunitas masyarakat Tionghoa Muslim atau Hanafi di daerah Sembung, Sarindil serta Talang.

Baca Juga:

Jangan Main-Main di 2019, Anak Indigo Furi Harun Ramalkan Tahun Ini Bayar Karma!

5 Gaya Nyentrik Kahiyang Ayu yang Dibilang Mirip Raisa

"Kung Wu Ping akhirnya ditinggal disini. Dia adalah bawahannya Cheng Ho, " ujarnya.

Kelenteng Talang awalnya dibangun sederhana berpenampilan semi permanen. Berfungsi sebagai kantor administrasi bagi masyarakat Tionghoa di Cirebon. Setelah itu, Teddy menambahkan, pada tahun 1450-1475, masyarakat Tionghoa di Cirebon, akhirnya putus hubungan dengan Negara Tiongkok.

"Ketika masa penjajahan Jepang, tempat ini sudah tidak berfungsi. Baru pada tahun 1950 tempat ini dijadikan tempat ibadah," jelasnya.

Dikatan Teddy, jika nama Talang sendiri berasal dari dari kata Toa Lang yang berarti orang besar atau tuan besar. Istilah tersebut ditunjukkan kepada tiga orang laksamana yang kesemuanya itu beragama Islam yaitu Cheng Ho, Fa Wan, dan Khung Wu Fung. Karena masyarakat Cirebon susah melafalkan kata Toa Lang, maka akhirnya masyarakat menyebutnya Kelenteng Talang.

“Orang kadang ada yang berfikir kalau Klenteng Talang ini bangunannya mirip masjid, tapi bukan. Dari dulu ini tetap Klenteng cuma memang anak buah Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam di sini semua, bahkan beribadah di sini juga,” katanya.

Teddy juga mengaku, hubungan masyarakat Tionghoa dengan orang Cirebon sangatlah harmonis. Hal itu ditunjukan dengan adanya pejabat di Kesultanan Cirebon yang beretnis Tionghoa. Walaupun keharmonisan itu sempat diganggu oleh Belanda, dengan menerapkan sistem politik adu domba, nyatanya hingga sekarang hubungan baik masyarakat Cirebon dan Tionghoa masih terjalin sampai saat ini.

 

Sekedar untuk diketahui, walaupun Kelenteng Talang menjadi destinasi wisata sejarah, jika masyarakat ingin berkunjung kesini, Teddy dengan senang hati akan menerimanya tanpa meminta bayaran sedikitpun.

Selain bisa belajar sejarah dan mengabadikan momen disana, kita juga bisa melihat sebuah sumur kuno, yang dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan, atau menjadi air penyembuh.

"Itu ada sumur tua, masyarakat biasanya ada yang cuci muka, atau lainnya. Mereka percaya air itu akan membawa keberuntungan dan sebagai obat penyembuh, " pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini