nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Kesalahan Pelari Pemula yang Bikin Kapok

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 06 481 2014473 kenali-kesalahan-pelari-pemula-yang-bikin-kapok-kkRIvwgc4m.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

LARI maraton kini telah menjadi gaya hidup bagi banyak orang. Bisa dilihat dari semakin bertambahnya orang yang mengikuti event lari maraton. Entah itu dengan jarak 5 km, 10 km, half marathon, maupun full race. Bahkan ada orang-orang yang tak hanya mengikuti maraton di negaranya, melainkan sampai ke luar negeri.

Untuk mengikuti lari maraton, seseorang tentu harus mempersiapkan diri dengan baik. Menurut ahli di bidang fisioterapi, Matias Ibo, persiapan mengikuti lari kurang lebih 4 bulan. Dalam masa persiapan itu, peserta maraton tak hanya memerhatikan kemampuan berlarinya tapi asupan nutrisinya juga.

"Persiapan lari maraton adalah 16-20 minggu. Secara evidence based dan science itu adalah waktu yang tepat," ungkap pria yang akrab disapa Ibo itu saat ditemui Okezone dalam acara 'Pocari Sweat Sport Science', Rabu (6/2/2019), di kawasan Sudirman, Jakarta.

 Baca Juga: 5 Manfaat Jongkok yang Bikin Anda Tak Perlu ke Gym

Dalam kesempatan itu dirinya menjelaskan ada beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan oleh para pemula. Pertama, mereka terlalu fokus pada jarak. Tak sedikit pelari pemula yang belum apa-apa ingin menempuh jarak yang lumayan jauh.

"Misalnya saya terbiasa lari 20 km. Lalu ada pelari pemula yang melihat saya dan ingin berlari dengan jarak tersebut juga, padahal belum pernah melakukannya. Hal itu bisa membuat dia jadi cedera, kapok, dan tidak mau lagi lari," ujar pria yang juga penah menjadi fisioterapis bagi pemain timnas sepakbola Indonesia.

Menurut Ibo, para pelari pemula seharusnya melihat kemampuan tubuh untuk berlari. Misalnya mencoba lari satu putaran tanpa berhenti. Jika sudah bisa, pelan-pelan jadikan lari sebagai rutinitas. Bila sudah terbiasa, dalam 3 minggu reaksi tubuh sudah baik sehingga perlahan jarak bisa ditingkatkan.

 Baca Juga: Unik, Lihat Gaya Ibu-Ibu yang Pilih Yoga di Tepi Sawah

"Kalau awal lari tidak usah terlalu memikirkan jarak. Latihan untuk maraton itu idealnya 4 kali per minggu dan jaraknya tidak boleh sama agar tubuh tidak jenuh. Bila jaraknya sama, tubuh akan terpola sehingga begitu diubah akan menjadi cedera. Paling tidak dalam seminggu sudah dapat total 50km, itu sudah oke," jelas Ibo.

Kemudian setelah latihan sebaiknya perhatikan asupan nutrisi. Ibo menyarankan untuk mengonsumsi banyak protein dan buah berwarna merah.

"Kalau protein seperti dada ayam, telur, dan brokoli. Kalau buah pilih tomat, semangka, pepaya, delima, bit dan apel karena bisa membantu mengembalikan kekebalan tubuh. Sedangkan sebelum lari jarak jauh konsumsi banyak karbohidrat sebagai sumber energi, tapi hindari gula karena makanan itu bisa cepat menaikkan energi tapi cepat pula menurunkannya," pungkas Ibo.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini