nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Matias Ibo Bagikan Tips Menangani Cedera saat Lari Maraton, seperti Apa?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 23:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 06 481 2014584 matias-ibo-bagikan-tips-menangani-cedera-saat-lari-maraton-seperti-apa-sbHI3y3YaU.jpg Cedera saat lari marathon, begini cara mengatasinya (Foto: Netdoctor)

MENGIKUTI event lari maraton membutuhkan proses yang panjang karena segala aspek perlu diperhatikan. Mulai kesiapan baik secara fisik dan mental, maupun asupan nutrisi. Hal ini dilakukan agar target bisa tercapai dan meminimalisir terjadinya cedera.

Walau begitu, saat race berlangsung tidak menutup kemungkinan cedera tetap terjadi. Oleh karenanya pelari maraton harus mengetahui keadaan dan kelemahan tubuhnya sendiri. Hal ini membantu dirinya untuk mengatasi cedera yang timbul saat berlari.

"Kalau lari itu cederanya bisa karena pola latihan yang salah. Efek cedera bisa ke lutut, panggul, atau ankle. Biasanya kalau jatuh di lutut dan tidak ada cedera langsung di dalam, masalahnya bisa dari pinggul, cederanya condong ke dalam dan di bawah," ungkap fisioterapis Matias Ibo saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Rabu (6/2/2019) di Jakarta.

 BACA JUGA : Maudy Ayunda Potong Poni, Netizen : "Enggak Kuat"!

Pria yang akrab disapa Ibo itu mengatakan, saat cedera seperti kram terjadi, pelari sebaiknya menghindari penggunaan semprotan pendingin atau mengompres dengan es batu. "Langkah itu sebenarnya penanganan yang kurang benar karena akan semakin membuat otot mengeras dan nantinya tambah kram. Sebaiknya lakukan dynamic stretching," jelasnya.

 

Penanganan yang harus dilakukan, kata Ibo, adalah mencegah tubuh berhenti total. Meskipun merasa lelah dan nyeri yang tak tertahankan, tubuh harus tetap bergerak. Usahakan untuk tetap berjalan dan jangan berdiri statis.

"Kalau berdiri statis akan memengaruhi suhu tubuh, pernapasan, kondisinya, dan tubuh menjadi dingin sehingga ritmenya hilang. Jadi harus tetap berjalan, kecuali kondisinya tidak memungkinkan sama sekali untuk berjalan seperti kehilangan napas," tutur Ibo.

Masalah lain yang mungkin terjadi adalah salah tumpuan. Penanganan untuk masalah ini pun berbeda. Bila salah tumpuan, bagian yang lemah boleh dikasih es atau disemprot. Selain itu, periksa kembali apakah memungkinkan untuk melanjutkan lari kembali.

"Tetap lakukan dynamic stretching, berjalan 100-200 meter. Kalau nyaman biasanya sudah terjadi perubahan. Pelari bisa mencoba lari tapi bukan dengan tempo yang awal, melainkan dengan tempo yang pelan," jelas Ibo.

 

Sebelum berlari ke depan, cobalah lari mundur sejauh 20-30 meter. Hal ini untuk melihat kondisi tubuh. Apabila dirasa aman maka bisa dilanjutkan. Namun jika yang terjadi sebaliknya maka pelari harus berhenti.

"Ini memang sedikit gila dan kebanyakan pelari enggak mau melakukannya. Tapi harusnya listen to your body. Kalau emang enggak bisa ya jangan dipaksa berlari, apapun hasilnya, masih ada marathon selanjutnya," ungkap Ibo.

Sementara itu, dirinya mengaku sebal dengan jenis cedera memar. "Kalau terbentur kaki biru itu enggak bisa diapa-apain. Tapi permintaan dari klien banyak banget seperti gimana bisa cepat hilang memarnya, birunya. Buat saya pribadi sebagai fisioterapis lebih enak mendapat kasus otot sobek karena lebih enak penanganannya," papar Ibo.

 BACA JUGA : Dipengaruhi Puber, Kenali Ragam Masalah Kulit Wajah Remaja

Memar hanya bisa diobati dengan gerakan ringan dan kompres es kemudian menunggu bekasnya hilang. Hindari pengolesan krim atau balsem pada bagian yang memar. Sebab bahan tersebut menimbulkan rasa panas sedangkan memar sebaiknya didinginkan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini