nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tenun Ikat Sikka dari NTT yang Pertama Miliki HKI

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 194 2014831 tenun-ikat-sikka-dari-ntt-yang-pertama-miliki-hki-MQRPkYTsiC.JPG Ilustrasi tenun ikat NTT (Foto: Utami/Okezone)

BUKAN rahasia lagi jika Indonesia memiliki warisan wastra tradisional yang begitu kaya. Tidak hanya kain batik ataupun songket, namun juga tenun yang sekarang semakin familier kehadirannya di tengah masyarakat Indonesia, khususnya para generasi muda.

Namun ‘tenun’ yang dikenal selama ini, tidak dipungkiri belum dikenal lebih spesifik. Bicara soal tenun, biasanya yang dikenal masyarakat awam adalah kain tenun NTT, kain tenun NTB, dan kain tenun daerah lainnya. Padahal tenun NTT sendiri beragam macamnya, salah satunya tenun Sikka yang sayangnya masih belum terlalu populer dibandingkan tenun dari NTT seperti tenun Sumba ataupun tenun Manggarai.

Tenun Ikat Sikka sendiri merupakan karya seni budaya kain tradisional Indonesia yang bernilai tinggi yang berasal dari wilayah kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 Baca Juga: Banyak Calon Dokter di Miss Indonesia 2019, Ini Kata Liliana Tanoesoedibjo

Walau bisa dibilang belum terlalu terkenal, tenun Ikat Sikka ini telah dilindungi kekayaan intelektualnya melalui Indikasi Geografis dengan sertifikat ID G 000000056 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 8 Maret 2017. Di mana dengan ini menjadikan tenun Sikka menjadi tenun ikat yang pertama di Indonesia yang memperoleh perlindungan hukum kekayaan intelektual.

Dijelaskan oleh Fathlurachman, SH., MM selaku Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM, perlindungan hukum kekayaan intelektual ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk tenun itu sendiri.

“Pemerintah Indonesia mendorong pendaftaran kekayaan intelektual untuk produk-produk asli Indonesia yang memiliki kekhasan dan keunikan karena kondisi geografisnya. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing produk yang bersertifikat Indikasi Geografis sehingga memberi dampak pada peningkatan harga jual produk yang akhirnya akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat penenun dan pelaku kreatif Tenun Ikat Sikka serta untuk pelestarian lingkungan, dengan memproduksi Tenun Ikat Sikka yang menggunakan bahan alam,” ujar Fathlurachman saat dijumpai Okezone, Kamis (7/2/2019) dalam acara konferensi pers “Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019” di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan, Jakarta Selatan.

 

 Baca Juga: 5 Trik Menulis Bio di Aplikasi Kencan Biar Gampang Dilirik

Sedangkan untuk mempromosikan tenun ikat Sikka agar lebih luas lagi dikenal oleh masyarakat, pada 15-17 Februari 2019 mendatang masyarakat bisa mendatangi acara “Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019” yang digelar di Atlet Century Park Hotel, Jakarta oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Ikat Sikka bersama dengan Yayasan Sahabat Cipta. Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan World Intellectual Property Day yang diadakan pada 26 April setiap tahunnya.

Ditambahkan oleh Ketua MPIG Tenun Ikat Sikka, Bapak Oscar Mandalangi Pareira, dengan memiliki perlindungan hukum kekayaan intelektual, masyarakat sebagai pembeli pun bisa merasa aman karena kualitas dan keaslian produk tenun yang dibeli itu telah terjamin.

“Dengan penggunaan label Indikasi Geografis, para pembeli atau pemilik produk Tenun Ikat Sikka memperoleh jaminan kualitas, keaslian, dan ketelusuran produk. Ini merupakan nilai tambah bagi dunia usaha kain tradisional Indonesia,” tambahnya Oscar.

Dalam acara pameran tenun ikat Sikka tersebut, nantinya akan ada acara lelang kain Tenun Ikat Sikka bernilai tinggi, demo pembuatan tenun, pameran kain berusia tua, flashmob Goyang Maumere, penjualan kain dan selendang Tenun Ikat Sikka dengan motif yang dilindungi yang sebagian besar menggunakan pewarna alam, serta pameran dan penjualan produk-produk fesyen yang terbuat dari bahan Tenun Ikat Sikka.

Ditambah lagi dengan kehadiran kurang lebih 10 orang penenun dan pelaku kreatif tenun dari kabupaten Sikka yang akan mewakili kelompok-kelompok penenun atau pelaku kreatif Tenun Ikat Sikka dari berbagai suku etnik di Sikka.

Tidak hanya lembaran kain, acara ini juga menampilkan produk fashion dari 8 rumah desain dari para desainer yang telah berpengalaman mengolah kain tenun menjadi produk fesyen yang indah dan berkualitas, mulai dari Tenun Njonjah Poenja, LeVico, Noesa, Niora, Indhe Indonesia Bag, Oriep Indonesia, Racheli, dan Ita Selaras.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini