nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menjelajahi Thessaloniki, Kota Terpenting Kekaisaran Romawi, Byzantium hingga Ottoman

Dada Sathilla, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 12:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 406 2014768 menjelajahi-thessaloniki-kota-terpenting-kekaisaran-romawi-byzantium-hingga-ottoman-xTAIR6qA1j.jpg

MENDENGAR nama Yunani, hal yang langsung terbayang biasanya jejeran pulau eksotis yang menjadi destinasi liburan Eropa nomor 1 seperti Santorini, Crete dan Mykonos.

Yunani memang identik dengan pulau-pulau tersohor di lautan Mediterania, sedang daratannya malah cenderung diremehkan sebagai tujuan wisata. Tapi ketika diberi kesempatan, Thessaloniki ternyata menyuguhkan banyak hidden gems yang sangat memesona.

Di kota klasik yang sempat menjadi kota terpenting kekaisaran Romawi, Byzantium dan dinasti Ottoman Turki inilah kembarannya Hagia Sofia berada.

Berbekal informasi sejarah mengenai Thessaloniki, saya putuskan menjelajah daratan utama Yunani daripada mengunjungi pulau-pulaunya yang sangat touristy. Berada di kawasan Macedonia, Thessaloniki berjarak lumayan jauh dari Athena yang letaknya di ujung selatan Yunani. Karena sistem transportasi Yunani jauh kualitasnya dibandingkan di negara-negara Eropa barat, saya putuskan naik kereta menuju ke Thessaloniki.

Tiketnya lumayan mahal mengingat Yunani termasuk negara Eropa yang affordable untuk dikunjungi, yaitu 45 Euro atau sekira Rp726.600,00. Namun perjalanan selama 7 jam berjalan lumayan seru karena saya bisa memandangi alam Yunani dari ujung ke ujung dari kereta api.

Baca Juga : 5 Trik Menulis Bio di Aplikasi Kencan Biar Gampang Dilirik

Begitu menginjakkan kaki keluar stasiun kereta Thessaloniki, kesan pertama saya terhadap kota terbesar kedua di Yunani ini adalah klasik tapi lumayan semrawut.

Dari zaman kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) hingga masa pemerintahan dinasti Ottoman Turki, Thessaloniki selalu menjadi kota terbesar, terkaya dan utama setelah Konstantinopel (Istanbul).

Kini di masa modern, Thessaloniki dikenal sebagai ibukota budaya Yunani dan pusat ekonomi kedua di Yunani setelah Athena. Tak heran bila Thessaloniki terlihat ramai dan sesak oleh penduduk setempat maupun pengunjung seperti saya.

Hal utama yang menarik banyak traveler untuk berkunjung ke Thessaloniki adalah karena banyaknya bangunan bersejarah dari masa kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) dan dinasti Ottoman Turki. Semuanya berada dalam kondisi yang sangat terawat dan indah.

Salah satu yang membuat saya sangat penasaran adalah Agia Sofia. Gereja bergaya arsitektur Byzantine ini dibangun pada abad ke-8 dengan meniru Hagia Sofia yang berada di Istanbul. Ketika dinasti Ottoman menaklukkan Byzantium pada tahun 1430, Agia Sofia berubah fungsi menjadi masjid.

Sempat menjadi tempat ibadah umat Muslim selama hampir 400 tahun, setelah Yunani berhasil direbut kembali pada 1912, Agia Sofia kembali difungsikan sebagai gereja Kristen Ortodox hingga sekarang. 

Dari Hagia Sofia, tujuan saya selanjutnya adalah New Waterfront. Belum lengkap rasanya traveling ke Yunani tanpa melihat lautan. Apalagi kawasan New Waterfront ini merupakan tempat ngumpulnya warga Thessaloniki dan turis.

New Waterfornt adalah jalanan di tepi laut sepanjang 3,5 kilometer. Di sore hari banyak warga Thessaloniki terlihat sedang jogging atau jalan-jalan disini. Beberapa kapal wisata bersandar disini, menawarkan pengalaman dinner sambil berlayar di lautan Mediterania.

Tak jauh dari New Waterfront berdiri salah satu landmark Thessaloniki, yaitu White Tower atau Menara Putih. Menara setinggi 34 meter ini merupakan salah satu peninggalan dinasti Ottoman Turki.

Meski menyimpan sejarah yang kelam, dimana Sultan Mahmud II menghukum mati pasukan Janissari yang memberontak, tapi kini banyak turis yang naik ke atas demi menikmati pemandangan indah tepi lautan Mediterania dan kota Thessaloniki dari atas.

Baca Juga : Video Viral Penjual Mainan 'Lemah Gemulai' Ini Dijamin Bikin Bete Kamu Hilang!

White Tower yang kental dengan gaya arsitektur Ottoman Turki konon dulunya bernama Tower of Blood atau Menara Berdarah. Setelah seorang tahanan mengecat seluruh permukaan menara menjadi putih untuk ditukar dengan kebebasannya pada 1890 menara ini berganti nama menjadi White Tower. Untuk naik ke atas perlu membeli tiket masuk seharga 4 Euro atau sekira Rp64.600,00.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini