nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rahasia Alya Rohali Tetap Berenergi Ikut Lari Maraton di Usia Kepala 4

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 08:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 07 481 2014679 rahasia-alya-rohali-tetap-berenergi-ikut-lari-maraton-di-usia-kepala-4-xCz17J6uLB.jpg Alya Rohali Ikut Marathon (Foto: Instagram)

MENJAGA kesehatan dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga harus terus dilakukan seumur hidup. Bukan berarti dengan semakin bertambahnya umur, membuat orang semakin malas untuk mengonsumsi makanan sehat dan beraktivitas fisik. Kita ambil contoh Alya Rohali.

Di usianya yang sudah menginjak 42 tahun, mantan None Jakarta itu masih rutin berolahraga. Salah satu olahraga yang dilakukannya adalah lari. Dari unggahan foto di media sosial, Alya bahkan diketahui telah mengikuti event lari maraton. Lantas, bagaimana cerita dirinya bisa menekuni olahraga tersebut?

"Semuanya itu proses. Pertama, saya memang menggemari olahraga lari itu sendiri. Dulu saya lari diawasi pelatih pribadi di gym, awalnya adalah pelari treadmill. Seiring berjalannya waktu, mulai ikut maraton 5 K, bisa, pengin ikut yang 10 K, terus coba ke half, sampai akhirnya full maraton," tutur Alya saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Rabu (6/2/2019), di kawasan Jakarta.

Baca juga:

Dalam waktu dekat, dirinya akan mengikuti Seoul Marathon 2019. Event itu akan menjadi maraton keempat bagi Alya. Persiapan ibu tiga orang anak ini untuk mengikuti lari maraton sejauh 42,195 km sudah dilakukan jauh-jauh hari. Dia didampingi oleh tim pelatih yang tidak hanya memerhatikan kekuatan fisik tetapi juga nutrisi dan pemulihan pasca latihan.

"Saya beruntung karena sudah pernah ikut maraton, jadi sudah tau habbitnya gimana. Saya cerita ke tim pelatih mereka menentukan apa yang harus dilakukan, baik secara psikologi, mental, maupun fisik untuk memperbaikinya," tambah Alya.

Dalam kesempatan tersebut, perempuan yang juga berprofesi sebagai notaris itu menuturkan bila dirinya tipe morning person sehingga melakukan latihan sejak pukul setengah 06.00 pagi. Latihan kurang lebih dilakukan selama 2 jam. Kemudian pada pukul 08.00 pagi dia mulai beraktivitas kembali.

"Walau begitu saya tidak skip breakfast. Sebelum lari saya sarapannya yang ringan-ringan seperti pisang, satu tangkep roti. Kalau pagi juga saya biasanya minum kopi," terang Alya.

Setelah latihan, perempuan kelahiran 1 Desember 1976 itu biasanya akan langsung mengonsumsi makanan bernutrisi untuk mengembalikan energinya yang hilang. "Paling penting dalam waktu satu jam setelah olahraga harus isi tubuh dengan nutrisi dari makanan untuk recovery otot. Itu adalah golden window post latihan. Saya makan makanan berprotein, bernutrisi untuk perbaikan recovery otot. Sebab pada saat lari otot ada saja yang rusak karena tekanan yang keras," jelas Alya.

Biasanya ia mengonsumsi susu kacang kedelai atau susu cokelat setelah berlari. Tak lupa Alya selalu berusaha mendapatkan istirahat yang cukup mengingat usianya yang tak lagi muda. Istirahat cukup dipercaya dapat membuatnya kembali berenergi untuk melakukan latihan keesokan hari.

"Lari itu bikin happy, selalu positif karena ada hormon-hormon yang dikeluarkan. Tapi makan juga harus teratur, nutrisi diperhatikan, dan tidur cukup. Kalau tidur enggak cukup bener-bener besoknya enggak bisa lari lagi," pungkas Alya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini