nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Temukan Suntikan KB yang Aman bagi Akseptor KB

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 15:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 07 481 2014778 indonesia-temukan-suntikan-kb-yang-aman-bagi-akseptor-kb-E1udrSB0Ii.jpg

INDONESIA kini menemukan obat suntikan untuk jangka waktu kontrasepsi 3 bulan, setelah selama ini kontrasepsi yang cukup diminati para akseptor adalah jenis obat suntik kontrasepsi bulanan.

Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para akseptor peserta program keluarga berencana di Indonesia yang jumlahnya cukup besar yang telah mencapai 26 juta pasangan.

Penemuan tersebut diungkap dalam Sosialisasi Penelitian Suntikan KB Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3, yang yang digagas POGI (Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) dan PT Harsen Laboratories yang menghadirkan puluhan dokter spesialis kebidanan dan BKKBN, belum lama ini.

Baca juga :

dr Ichwanul Adenin, M.Ked(OG), Sp.OG (K) dari RS Adam Malik Medan, mengungkapkan obat suntik tersebut telah menjalani proses sosialisasi di lima kota di Tanah Air.

"Ternyata, para pasien lebih menyukai obat suntikan jenis ini karena jangka waktunya lebih lama yakni selama 3 bulan sekali dengan efek samping yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan obat suntik yang digunakan sebelumnya", kata dr Ichwanul, salah satu pembicara yang hadir dalam acara tersebut.

KB

Dalam kesempatan itu, Ir Dwi Listyawardani selaku Deputy Keluarga Berencana dan dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, memberikan apresiasinya terhadap hasil penelitian ini.

"Metode suntikan dengan masa ulangan dua dan tiga bulan sekali ini sangat aman dan nyaman mengulang suntikan tersebut, dengan ini diharapkan peserta KB punya banyak pilihan dengan sesuai dengan kenyamanan yang dirasakannya," ujar Dwi Listyawardani.

Dwi Listyawardhani juga mengatakan bahwa, jumlah pengguna metode suntik di Indonesia jumlahnya mencapai 50 persen dari seluruh peserta aktif sebanyak 26 juta pasangan dan sisanya mereka yang menggunakan IUD, implant dan pil.

Suntikan kombinasi Gestin F2 dengan efektifitas dua bulan dan Gestin F3 yang efektifitasnya 3 bulanan, nantinya bakal disukai dan diterima oleh masyarakat bila sudah melalui serangkaian tahapan prosedur.

Saat ini suntikan Kombinasi Gestin F2 dan Gestin F3 sudah menyelesaikan tahap uji klinik, selanjutnya akan berlanjut ke ajang fornas yang diketuai kementerian kesehatan, dan dilanjutkan sosialisasi ke berbagai organisasi profesi dan masyarakat, hingga mendapatkan izin edarnya.

"Metode suntikan menjadi favorit karena mudah penggunaannya dibandingkan metode IUD atau Implant yang harus dilakukan oleh orang yang kompeten, sedangkan metode pil KB seringkali gagal karena faktor lupa minum obat, yang menimbulkan kehamilan, adapun Jumlahnya penggunanya sekitar 40 persen, ini tentu berbahaya," ungkapnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini