nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stop Stigma Kusta Penyakit Kutukan! Diobati Teratur Bisa Sembuh

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 16:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 481 2014881 stop-stigma-kusta-penyakit-kutukan-diobati-teratur-bisa-sembuh-ZxR5PltY1H.jpg Stop stigma kusta penyakit kutukan (Foto:Ist)


KUSTA sering dianggap penyakit kutukan, malahan bisa menimbulkan stigma di masyarakat. Padahal dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting untuk kesembuhan pasien kusta.

Kusta adalah salah satu penyakit yang dapat sembuh jika diobati dengan teratur. Apalagi kalau segera ditemukan tanda dan gejala dini kusta.

 Baca Juga:

Viral Wanita Terima Pesanan Ojol Nyaris Telanjang, Psikolog: Bukan Eksibisionisme

Jangan Main-Main di 2019, Anak Indigo Furi Harun Ramalkan Tahun Ini Bayar Karma!

Spesialis Kulit dan Kelamin Dr dr Sri Linuwih Menaldi SW, SpKK(K) dari FKUI-RSCM Divisi Dermatologi Infeksi Tropik menegaskan, kusta bukan merupakan penyakit keturunan dan bukan akibat kutukan. Ini adalah penyakit infeksi pada saraf dan kulit, disebabkan oleh Mycobacterium leprae.

"Penularan kusta melalui udara dan kontak langsung dengan penderita yang belum diobati. Tapi butuh masa inkubasi perlu waktu lama, rata-rata 3-5 tahun," ujar dr Sri saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Pasiennya memang mengalami kelainan pada kulit berupa bercak putih, kemerahan dan mati rasa. Terkadang, ada pasien yang mengalami benjolan di lengan, wajah, badan dan telinga.

Di bagian saraf tepi juga biasanya terjadi mati rasa pada area kulit yang mengalami kerusakan saraf. Bahkan ada yang mengalami kelumpuhan di tangan dan kaki. Lalu kulitnya jadi kering dan tidak berkeringat.

Tak cuma itu, di bagian mata refleks kedip pasien berkurang. Malahan kelopak mata tidak menutup dengan baik.

"Kasus baru selalu muncul, karena kelainan kusta mirip penyakit kulit. Jadi orang tidak menyangka bahwa itu kusta, contohnya panu, eksim atau kurap," tutur dr Sri.

Sebenarnya penyakit ini juga mudah dideteksi dini. Ketika ada curiga penyakit kulit yang tak kunjung sembuh, segeralah datang ke puskesmas.

Dengan melakukan pengobatan yang sesuai, dijamin bisa memutuskan rantai penularan. Kemudian mencegah cacat atau menangani agar cacat tidak berlanjut.

Pengobatan tersebut juga bisa dilakukan untuk menangani komplikasi. Selain itu dapat memperbaiki kualitas hidup penderita, serta orang yang pernah mengalami kusta dan keluarganya.

"Penderita kusta juga jangan sampai putus obat. Efeknya seperti resisten tuberkulosis. Kalau sampai putus minum obat ya harus ulang lagi sampai pasiennya sembuh. Apalagi obatnya ini gratis dan pasien tinggal datang ke puskesmas saja," pungkas dia

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini