nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Bahayanya jika Ibu Hamil Terpapar Bahan Kimia Peralatan Rumah Tangga

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 05:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 481 2014975 ini-bahayanya-jika-ibu-hamil-terpapar-bahan-kimia-peralatan-rumah-tangga-fQILbU37Zm.jpg Waspada paparan bahan kimia peralatan rumah tangga saat hamil (Foto: Independent)

Ketika hamil, banyak hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh perempuan agar tidak mengganggu perkembangan janin. Sebut saja larangan untuk mengonsumsi makanan mentah, membatasi asupan kafein, hingga menghindari paparan bahan kimia. Hasil penelitian terbaru mengungkapka, produk rumah tangga yang mengandung bahan kimia tertentu dapat membahayakan kesehatan paru-paru bayi dalam kandungan.

Pada hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Lancet Planetary Health dikatakan terdapat hubungan antara paparan prenatal terhadap paraben, phthalate, dan zat perfluoroalkyl (PFAS) dengan penurunan fungsi paru-paru pada anak-anak. PFAS ditemukan di banyak produk rumah tangga dan kemasan makanan, seperti tas microwave dan peralatan masak anti lengket. Zat kimia tersebut dapat diserap oleh ibu hamil melalui makanan atau air yang dikonsumsi dan selanjutnya dapat diserap bayi melalui plasenta.

Penelitian yang dipimpin oleh Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) and French Institute for Health and Biomedical Research itu mengamati data dari lebih dari 1.000 pasangan ibu-anak. Peneliti melihat peserta dari enam negara Eropa yang berbeda yaitu Spanyol, Prancis, Yunani, Lithuania dan Norwegia. Dari hasil pengamatan, ditemukan anak-anak mengalami 85 paparan bahan kimia selama kehamilan dan 125 paparan setelah lahir.

Kemudian para peneliti mengukur fungsi paru-paru ketika anak-anak berusia 6 tahun 23 tahun. Pengukuran menggunakan spirometri yaitu alat tes sederhana yang digunakan untuk mendiagnosis kondisi paru-paru ketika bekerja. Alat ini mendiagnosis berdasarkan banyaknya udara yang dapat dihirup dalam satu kali napas paksa.

ibu hamil

Selanjutnya para peneliti mengidentifikasi sembilan paparan total yang mengganggu fungsi paru-paru dengan DINP (Diisononyl phthalate) dan DEHP (di-2-ethylhexyl phthalate). Keduanya dipilih karena menunjukkan asosiasi terkuat. Selain itu, keduanya juga digunakan dalam berbagai produk plastik dan dapat diserap melalui kulit.

"Ini adalah studi pertama yang menerapkan pendekatan paparan untuk mengidentifikasi hubungan antara paparan selama masa kehamilan dan masa kanak-kanak dengan berbagai faktor lingkungan. Identifikasi ini penting untuk melihat penurunan fungsi paru-paru sehingga mewakili paradigma baru dalam penelitian kesehatan lingkungan", jelas Martine Vrijheid selaku peneliti dari ISGlobal seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Jumat (8/2/2019).

Martine mengatakan penelitian yang dilakukannya bersama tim dapat memiliki implikasi signifikan dari perspektif kesehatan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat melakujan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi paparan zat kimia yang diidentifikasi. Selain itu, mungkin diperlukan peraturan yang lebih ketat dan pelabelan produk konsumen untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada masyarakat.

"Langkah tersebut dapat membantu mencegah penurunan fungsi paru-paru pada masa kanak-kanak dan bermanfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang," pungkas Marti

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini