nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Bilik Cinta di Lapas Sukamiskin, Seberapa Efektif Layanan Memadu Hasrat Itu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 21:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 481 2015043 heboh-bilik-cinta-di-lapas-sukamiskin-seberapa-efektif-layanan-memadu-hasrat-itu-dn13T3rI2i.jpg Seberapa efektif layanan bilik cinta? (Foto: Dok.Okezone

SUAMI Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, beberkan fakta mengenai bilik cinta yang ada di Lapas Sukamiskin. Menurutnya, untuk sekali sewa bilik cinta, tarif yang dikenakan beragam.

Pernyataan Fahmi itu keluar saat dia menjalani persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (6/2/2019). Dalam keterangannya, ada dua kategori dengan nominal sewa yang berbeda. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 300 ribu, Rp 400 ribu, hingga yang paling tinggi Rp 650 ribu.

Fakta selanjutnya adalah uang dari penyewaan bilik cinta itu dialirkan ke koperasi. Terkait siapa yang mendirikan bilik cinta, Fahmi menuturkan kalau fasilitas itu ada berkat kesepakatan bersama untuk digunakan bersama dengan istri sah.

 BACA JUGA : Tempat Ini Jadi Saksi Bisu Pengidap Kusta Diasingkan

Nah, terkait dengan keberadaan bilik cinta di lapas ini, Okezone coba mewawancarai Psikolog Klinis Diah Nutrisiani untuk menanyakan keefektivan bilik cinta di sebuah rumah tahanan.

Psikolog Diah menjelaskan, kabar adanya bilik cinta di sebuah rutan sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Fasilitas tersebut dibangun dengan dasar pemenuhan kebutuhan seksual dan tentunya diberikan hanya untuk tahanan dan istri sahnya.

 

Untuk kepentingannya sendiri, Psikolog Diah menekankan kalau bilik cinta memang sudah sepatutnya ada. "Secara psikologis, di dalam bui, para tahanan ini tetap memiliki kebutuhan dasar seperti sandang, papan, pangan, termasuk kebutuhan biologis," terangnya pada Okezone melalui pesan WhatsApp, Kamis (7/2/2019).

Tahanan tetap manusia dan sama seperti kebanyakan manusia lainnya yang tidak dipenjara. Mereka tetap membutuhkan seks untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini sama saja dengan Anda yang berada di luar penjara.

Sementara itu, Psikolog Diah menyarankan untuk setiap bilik cinta yang ada di rumah tahanan itu memikirkan faktor kenyamanan dan tentunya kebersihan. Sebab, bagaimana pun melakukan hubungan seksual tetap harus dalam situasi yang nyaman dan di lokasi yang bersih.

Di lain sisi, adanya bilik cinta juga pentng karena ketika hasrat seksual ini tidak terlampiaskan, dampaknya akan berbahaya bagi para tahanan. Makanya, keberadaan bilik cinta ini penting untuk diberikan di setiap rumah tahanan. Hal ini juga sejalan dengan teori hierarki kebutuhan Maslow. Maslow bilang ada 5 kebutuhan pada manusia yang harus dipenuhi. Kebutuhan itu antara lain kebutuhan fisiologis (seperti makan, minum, aktivitas seksual) kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial dan kasih sayang, dan kebutuhan penghargaan,aktualisasi diri.

"Kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau cukup terpenuhi terlebih dahulu, sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat yang tinggi," tegas Psikolog Diah.

Makanya, kalau kebutuhan biologis ditekan karena situasi tertentu,,misal ada di penjara dalam waktu lama bisa berdampak negatif bagi para tahanan.

 BACA JUGA : Cara Ussy Sulistyowati Buat Anak Belajar Berani dan Percaya Diri

"Dampaknya seperti melakukan seksual pribadi (manstrubasi),stres, bahkan hingga menyebabkan depresi. Kondisi ini bisa menyebabkan individu tidak mampu mengontrol emosi dan akhirnyapara tahanan mudah bikin masalah di dalam penjara," tambah Psikolog Diah.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini