nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakaiannya Dianggap Kelewat Seksi, Barista Bikini Ajukan Banding

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 298 2015297 pakaiannya-dianggap-kelewat-seksi-barista-bikini-ajukan-banding-UHSEGZpyMI.jpg Barista berbikini ajukan banding (Foto:Foxnews)

PENGADILAN umum asal Washington, Amerika Serikat, tengah melakukan peninjauan ulang terkait kebijakan penggunaan pakaian seksi (bikini) di tempat kerja. Hal ini menyusul sejumlah barista yang mengenakan bikini mengajukan banding atas larangan mengenakan pakaian seksi di tempat kerja.

Para barista ini diminta untuk mengenakan bikini two piece, atau baju berpotongan super pendek yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Penggunaan bikini atau busana yang mereka sebut "anal cleft" itulah yang memicu perdebatan di kalangan pejabat, hingga menarik perhatian pengadilan setempat.

Pihak pengadilan pun tengah meninjau ulang apakah busana yang digunakan para barista seksi itu telah melanggar hak-hak sipil mereka. Beberapa waktu lalu, pihak pengadilan telah memanggil pihak restoran dan jaksa penuntut umum untuk membahas peraturan kota yang telah disahkan pada Agustus 2017.

Peraturan itu berisi tentang kebijakan penggunaan pakaian berpotongan minim oleh karyawan restoran. Para karyawan yang bekerja di restoran cepat saji, truk makanan, atau kedai kopi diharuskan memakai pakaian setidaknya tank top dan celana pendek saat bekerja.

Baca Juga:

Ini Alasan Mengapa Wanita Tiba-Tiba Menangis saat Melakukan Seks

6 Meme Adi Saputra si Perusak Motor Sendiri, Terungkap Ini yang Ditulis Polisi

Marsha Pechman selaku hakim yang bertugas, dilaporkan menyetujui peraturan tersebut saat proses pengadilan berlangsung.

"Istilan 'bottom one-half' dari kata 'anal cleft' tidak didefinisikan dengan baik atau dapat memicu kesalahpahaman. Peraturan lain juga gagal memberikan panduan yang jelas dan meningkatkan risiko penegakan hukum secara sepihak," tulis Pechman.

 Employees are required to wear at least a tank top and shorts.

Pihak pengadilan juga menemukan bahwa tata cara berpakaian tersebut kemunginan melanggar hak penggugat untuk kebebasan berekspresi di bawah Amandemen Pertama.

Jovanna Edge, pemilik Hillbilly Hotties, salah satu dari beberapa kedai kopi bikini dan pengacaranya, Melinda Ebelhar, berpendapat peraturan itu sengaja dibuat tidak jelas dan akan sangat sulit untuk ditegakkan.

Ebelhar mengklaim dibutuhkan perhitungan tingkat lanjut untuk mencari tahu apakah bagian bokong para barista benar-benar terbuka, atau tidak. Hal senada juga diakui oleh salah seorang hakim bernama Morgan Christen.

"Bagaimana caranya para penegak hukum menentukan atau mengukur bagian bawah yang mereka klaim melanggar peraturan?" tutur Morgan kepada Courhouse News.

Sanggahan dilontarkan oleh asisten pengacara kota Ramsey Ramerman. Ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut dikeluarkan untuk memerangi prostitusi atau aktivitas seksual ilegal. Asumsi Ramsey pun disetujui oleh Hakim Sandra Ikuta.

"Saya khawatir banyak pelanggan yang melihat para barista wanita itu sebagai pekerja seksual," tuturnya. Demikian dilansir Okezone dari Foxnews, Jumat  (8/2/2019).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini