nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga, Resto Sushi Ini Sajikan Ikan yang Diambil dari Tempat Sampah!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 298 2015383 astaga-resto-sushi-ini-sajikan-ikan-yang-diambil-dari-tempat-sampah-Cbm2N9nWpH.jpg Resto sushi sajikan ikan dari tempat sampah (Foto: Asiaone)

Ikan adalah salah satu makanan favorit masyarakat di dunia. Beberapa makanan lezat dengan harga mahal pun dibuat dengan bahan baku daging ikan. Semakin lezat dan langka suatu jenis ikan, maka harganya pun akan semakin mahal.

Tak ayal jika saat ini ikan merupakan salah satu bahan makanan yang sangat bernilai dalam dunia kuliner. Ya, ikan menjadi bahan makanan yang paling diincar oleh pemilik usaha kuliner seperti sushi.

Sebagaimana diketahui, makanan khas Jepang ini memang sangat bergantung pada kualitas ikan yang digunakan. Semakin bagus jenis ikan yang digunakan, maka harga makanan ini pun akan semakin mahal.

Belum lama ini seorang karyawan dari perusahaan sushi ternama di Jepang, Kura Corp, melakukan hal yang tidak terpuji dengan menyajikan daging ikan yang tidak higienis.

Secara mengejutkan salah seorang karyawan mengiris daging ikan yang dipotongnya dan membuangnya ke dalam tempat sampah. Sementara satu orang rekannya yang sama-sama berada di dapur, merekam perbuatannya tersebut.

restoran sushi

Meski sudah dibuang ke dalam tempat sampah, namun karyawan tersebut kembali memungutnya dan meletakannya ke dalam talenan. Tentunya perbuatan ini membuat makanan yang dihidangkan menjadi terlihat jijik dan tidak higienis saat dihidangkan.

Kura Corp sendiri merupakan restoran sushi yang menjalankan usahanya menggunakan conveyor-belt. Kabarnya dua oknum yang membuat ulah ini adalah karyawan paruh waktu yang bekerja di outlet Kurasushi di Moriguchi, Prefektur Osaka

Melansir dari Asian One, Jumat (8/2/2019), seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa karyawan tersebut memang sengaja membuang ikan tersebut ke dalam tempat sampah dan tidak menyajikannya kepada pelanggan.

Bahkan video yang direkam itu langsung dihapus sekira tiga jam setelah diposting. Meski tidak dihidangkan, namun perbuatan tersebut dinilai tidak pantas untuk dilakukan apalagi ketika dilihat oleh para pelanggan.

“Kami sangat meminta maaf karena menyebabkan kegelisahan bagi pelanggan kami," tulis perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini