nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Travel Blogger Febrian Tanggapi Isu Penutupan Pulau Komodo

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 12:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 406 2015244 travel-blogger-febrian-tanggapi-isu-penutupan-pulau-komodo-pVan9a5lvg.jfif Travel blogger Febrian (Foto: Dede Kurniawan/ Okezone)

Kabar penutupan sementara Taman Nasional Komodo semakin santer terdengar. Setelah sempat diberitakan di sejumlah media nasional, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga sempat mengeluarkan pernyataan bahwa kawasan Taman Nasional Komodo akan ditutup sementara dalam waktu dekat selama satu tahun.

Menanggapi isu tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun berencana membentuk tim terpadu, yang nantinya akan memonitor dan melaporkan hasil penemuan mereka di lapangan.

Rencana penutupan TN Komodo ternyata juga berhasil menarik perhatian para pelaku wisata di Indonesia, termasuk travel blogger Febrian.

 Baca Juga: Tanggapi Isu Penutupan Pulau Komodo, KLHK Bentuk Tim Terpadu

Saat menyambangi kantor Okezone, di Gedung MNC News Center lt. 12, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019), pria asal Kuningan, Jawa Barat, itu mengaku sudah mendengar isu tersebut sejak beberapa bulan silam, baik dari pemberitaan di media maupun dari penduduk lokal. Kebetulan, Febrian memang cukup sering mengunjungi Labuan Bajo.

“Menurut aku setiap tempat, terutama alam itu memerlukan waktu untuk restorasi. Kayak gunung setiap tahun ada jadwal restorasinya. Tapi untuk TN Komodo banyak masyarakat yang sudah menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata, jadi mungkin ada beberapa pertimbangan khusus,” tutur Febrian.

Febrian mengatakan, isu ini sebetulnya sudah pernah ia angkat di media sosial. Ia bahkan telah mendapatkan sumber yang valid bahwa penutupan hanya akan dilakukan di Pulau Komodo, bukan keseluruhan Taman Nasional.

 Baca Juga: Dongkrak Kunjungan Wisman, Selandia Baru Habiskan Rp180 Miliar untuk Renovasi Toilet

“Jadi buat wisatawan yang mau lihat Komodo bisa ke Pulau Rinca. Penutupan ini wajar untuk dilakukan, dan mungkin bisa bergantian untuk merestorasi pulau-pulau yang sudah terdampak dari masifnya aktivitas wisata,” tegas Febrian.

Sementara untuk penetapan tarif masuk TN Komodo yang isunya akan dibedakan antara wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara, Febrian mengaku tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.

“Sebetulnya tergantung dari kebijakannya lagi. Borobudur pun sudah begitu tapi fine-fine saja. Asalkan sesuai dengan peraturan yang diberlakukan pemerintah. Kalau penetapan biaya ini bisa membuat infrastruktur lebih bagus kenapa tidak?” tutupnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini