nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Efek Mengerikan Aborsi yang Belum Banyak Diketahui

Tri Yuniwati Lestari , Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 14:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 481 2015307 5-efek-mengerikan-aborsi-yang-belum-banyak-diketahui-A1Xkmbpr5m.jpg

ABORSI adalah cara medis untuk mengakhiri kehamilan dengan mengeluarkan embrio atau janin sebelum bertahan hidup di luar rahim. Tanpa sebab kedaruratan, tindakan ini masuk kategori ilegal.

Selain melanggar hukum, ada banyak efek yang akan terjadi di tubuh wanita setelah melakukan aborsi. Efeknya mulai dari kram, pendarahan vagina ringan hingga berat, mual, payudara sakit dan kelelahan. Mengerikan bukan? Maka dari itu penting untuk disadari tentang bahaya aborsi sejak dini.

Efek mengerikan di atas juga masih dirasakan walau aborsi dilakukan oleh ahli medis profesional. Berikut bahaya aborsi dan cara mengatasinya :

1. Depresi

Mirip dengan postpartum blues, sindrom pasca-aborsi dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan depresi. Untuk mengatasi situasi ini, disarankan istirahat cukup. Jika perasaan putus asa dan kesuraman sepertinya tidak meninggalkan Anda, hubungi psikolog atau orang terdekat yang dapat membantu meredakan kecemasaan.

2. Nyeri Ekstrim

Sebelum pengangkatan embrio, rahim membesar dan kembali ke ukuran normal setelah aborsi. Proses ini kadang-kadang menghasilkan kram yang menyakitkan pada wanita. Banyak wanita mengalami kram ekstrem pada hari ketiga dan keempat setelah aborsi dan cenderung melewati gumpalan darah.

Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, minum air hangat dan menempatkan bantal pemanas dapat membantu meringankan rasa sakit. Jika rasa sakit masih berlanjut dan Anda terus mengeluarkan gumpalan darah, cari bantuan medis karena ada kemungkinan beberapa bagian janin tertinggal di dalam rahim Anda. Kondisi ini dikenal sebagai aborsi tidak lengkap.

3. Pendarahan Berat

Setelah aborsi, seorang wanita dapat mengalami pendarahan ringan hingga berat, keputihan kecoklatan dan gumpalan darah. Beberapa mungkin mengalami pendarahan hebat yang dapat berlangsung selama 3-4 minggu.

Jika pendarahan membuat Anda mengganti pembalut setiap 2 atau 3 jam dan mengakibatkan datangnya rasa pusing, itu tentu bukan pola yang normal. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter karena kemungkinan rahim Anda terluka.

4. Demam

Jika tepat setelah aborsi Anda mendapati suhu tubuh meningkat, maka itu adalah cara tubuh memberi tahu telah terjadi infeksi. Jangan sekali-kali Anda mengabaikan tanda-tanda keputihan, sakit perut dan demam. Temui dokter untuk menghindari komplikasi kesehatan lebih lanjut.

Baca Juga : 5 Ucapan Ini Tidak Ingin Didengar Pria saat Berhubungan Seks

5. Infeksi

Post aborsi medis atau bedah infeksi serius juga dapat muncul. Paparan bakteri melalui vagina dengan melakukan hubungan seks terlalu cepat atau aborsi yang tidak lengkap dapat menyebabkan infeksi yang menyakitkan. Ini karena setelah aborsi serviks Anda mungkin tetap terbuka selama beberapa hari yang membuatnya mudah untuk tertular infeksi saluran kemih. Infeksi ini dapat muncul karena keputihan, demam, dan nyeri panggul yang berbau tajam. Infeksi yang tidak diobati juga dapat menyebabkan penyakit radang panggul.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini