nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abaikan Pengobatan Kusta, Waspadai Tangan Bisa Buntung

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 19:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 481 2015492 abaikan-pengobatan-kusta-waspadai-tangan-bisa-buntung-DF7U2HVOz1.jpg Ilustrasi (Foto: Livestrong)

Meski tergolong penyakit menular, kusta sejatinya kini mudah diobati. Dengan syarat penyakit itu cepat terdeteksi dini dan pasien rajin datang ke puskesmas.

Karenanya, ketika Anda terlambat menjalani pengobatan yang ada bisa memicu komplikasi. Tak sedikit komplikasi itu menyebabkan sang penderita menjadi cacat. Per tahun 2017, angka prevalensi kusta sebesar 0,696 per 10.000 penduduk. Total kasus yang terdaftar sebesar 18.242.

Spesialis Kulit dan Kelamin Dr dr Sri Linuwih Menaldi SW, SpKK(K) menjelaskan, komplikasi dari penyakit kusta bisa terjadi di bagian mata sampai jari-jari tangan yang bisa menyebabkan pasien lumpuh. Sungguh mengerikan sekali kejadian tersebut jika sang penderita mengabaikan pengobatannya.

 Baca Juga: Hari Pers Nasional, Ini 7 Promo yang Bisa Dinikmati Wartawan

"Masalah yang lebih serius bisa terjadi cacat menetap seperti jari bengkok, memendek atau terputus, kelumpuhan tangan dan kaki, kelopak mata tidak menutup (lagoftalmos), dan kebutaan," ungkap dr Sri saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dia menegaskan bahwa Indonesia menjadi penyumbang kusta ke-3 di dunia. Banyak penderita yang mengabaikan penyakit ini karena cuma dianggap seperti panu, kurap, dan kaligata.

 Baca Juga: Terancam Dimangsa, Bayi Gajah Hajar Singa Betina hingga Tewas

Sementara itu, sambung dr Sri, biar tak timbul komplikasi itu, sang penderita diberikan multi drug treatment (MDT) yang tersedia gratis di puskesmas dan beberapa rumah sakit. Lama pengobatan 6 bulan untuk tipe PB (pausibasiler), dan 12 bulan untuk tipe MB (multibasiler).

"Kalau pengobatannya rutin, kusta tidak identik dengan cacat. Makanya temukan tanda dan gejala dini kusta, hilangkan stigma dan diskriminasi," pungkas dia.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini