nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bokong Sering Terasa Nyeri? Mungkin 7 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Hanizha Fatma, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 08 481 2015510 bokong-sering-terasa-nyeri-mungkin-7-hal-ini-jadi-penyebabnya-Kaz0bzGNa1.jpg Nyeri bokong (Foto: Maternalgoddes)

Jika Anda sering mmerasakan sakit atau nyeri dibagian pantat hal itu bisa saja memiliki banyak penyebab. Seperti kram dan iritasi. Namun tidak peduli apapun jenis rasa sakit tersebut, pastinya Anda ingin segera hilang secepat mungkin.

Dilansir dari Womanshealth berikut adalah alasan umum mengapa Anda merasakan sakit dibagian bokong. Berikut penjelasannya yang sudah Okezone rangkum.

 BACA JUGA : Gaya OOTD Justin Bieber dengan Outfit Neon, Nyentrik dan Trendi!

1. Menstruasi

Senyawa yang mirip dengan hormon yang disebut prostaglandin ini dapat menyebabkan kram karena menyimpakng ke daerah usus dan menyebabkan beberapa orang buang air besar lebih banyak selama menstruasi. Prostaglandin ini juga dapat menyebabkan diare.

Kram menstruasi yang parah juga dapat meluas ke perut bagian bawah dan terasa seperti mempengaruhi area pantat Anda.

2. Wasir

Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah yang terbentuk pada anus dan rektum. Wanita hamil sangat rentan dengan ini, demikian juga orang-orang yang berdiri atau duduk untuk waktu yang lama, dan orang-orang yang mengalami konstipasi.

Wasir sendiri memiliki dua jenis, yaitu eksternal dan internal. Gatal atau nyeri disekitar anus yang dirasakan bersamaan dengan benjolan dapat menandakan wasir eksternal. Sedangkan wasir internal juga menyebabkan nyeri dubur dan mungkin disertai dengan pendarahan.

Biasanya wasir akan hilang dengan sendirinya, namun jika tidak hilang setelah seminggu mengalaminya segeralah berkonsultasi dengan dokter.

3. Endometriosis

Sekitar 11% wanita menderita endometriosis. Hal ini terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim. Pertumbuhan berlebih ini paling sering ditemukan pada saluran tuba, ovarium, dan permukaan luar rahim tetapi juga bisa meluas ke daerah usus. Jika jaringan endometrium tumbuh di usus dapat menyebabkan pergerakan usus yang menyakitkan. Tidak ada obat untuk yang satu ini tetapi perawatan biasanya memerlukan obat, pembedahan.

4. Herpes Genital

Herpes jenis ini kurang umum dan dapat menyebabkan luka yang menyakitkan dan melepuh disertai cairan pada daerah anal atau genital.

Jika Anda melihat luka pada anus atau alat kelamin, Anda perlu melakukan tes IMS. Herpes tidak memiliki obat tetapi dapat diatasi. Dokter biasanya meresepkan obat antivirus untuk mengurangi jumlah dan untuk mempersingkat durasi dan mengurangi keparahannya.

5. Fisaura Anal atau Abses anarektal

Fisura anus adalah sesuatu yang terjadi seperti pecah dan retak pada lapisan lubang anus. Seringkali itu terjadi ketika Anda memiliki kotoran yang sangat keras atau sebaliknya yang sangat berair yang mengakibatkan iritasi pada anus.

Retakan akan mempengaruhi pergerakan usus yang dapat menimbulkan rasa sakit atau pendarahan setelah buang air besar.

Abses anarektal disebabkan ketika kelenjar anal kecil dibagian dalam anus tersumbat atau fisura anus terinfeksi. Abses menjadi penuh nanah yang biasa terasa menyakitkan.

6. Linu panggul

Ketika saraf terjepit dapat menyebabkan rasa sakit di bagian pantat. Mati rasa, kesemutan dan sensasi terbakar atau menusuk juga merupakan gejala linu panggul yang paling umum.

 BACA JUGA : Hari Pers Nasional, Ini 7 Promo yang Bisa Dinikmati Wartawan

7. Sindrom piriformis

sindrom ini sangat mirip dengan pegal linu karena memiliki gejala yang mirip. Namun sindrom tersebut adalah kondisi neoromuskuler yang menyebabkan nyeri pinggul dan pantat. Pada dasarnya kram dan kejang otot piriformis.

Sindorm piriformis dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan menyebar ketika Anda menggerakan pinggil. Anda bisa mengatasinya dengan olahraga dan perenggangan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini