nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Kisah Mengerikan Korban Tsunami Selat Sunda yang Nyaris Dijemput Maut

Risda Nadiva, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 09:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 09 196 2015654 3-kisah-mengerikan-korban-tsunami-selat-sunda-yang-nyaris-dijemput-maut-GP0zeUUX5Y.jpg Emilia, Korban selamat Tsunami Selat Sunda (Foto: BBC News Indonesia)

TIDAK ada yang tahu kapan datangnya bencana tsunami. Akibatnya, banyak korban yang meregang nyawa bahkan tidak sedikit yang menjemput maut.

Seperti kasus tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 lalu. Akibat bencana ini, sebagian besar mengalami kerugian finansial dan psikologisnya terguncang. Namun, dari dahsyatnya tsunami beberapa orang mungkin beruntung nyawanya masih tertolong dan mereka menyimpan pengalaman menyeramkan yang tertanam dalam memorinya.

Siapa sajakah mereka? Berikut ini Okezone telah merangkum kisah para korban tsunami Selat Sunda yang berhasil lolos dari terjangan maut bencana alam mematikan ini pada Sabtu (08/02/2019).

 BACA JUGA : Pipis Sebelum Seks Disebut Berbahaya bagi Perempuan, Loh Kenapa?

Cerita menyedihkan seorang ibu yang anaknya terseret arus tsunami

 

Diawali dari kisah pilu ibu bernama Emilia. Ia tinggal di Pulau Sebesi, Lampung Selatan yang cukup dekat jaraknya dengan anak Gunung Krakatau. Saat musibah melanda, ia sempat memeluk erat bahkan memegang kerah baju anaknya kala terseret ombak. Sayangnya, kuatnya ombak yang mengantam membuat tubuhnya seketika lemah tak berdaya, memaksanya harus 'melepas' anaknya. Tragisnya, anak Emilia itu merupakan semata wayang. Itu membuat hatinya teriris harus menerima kepergian anaknya, dan belum ditemukan hingga saat ini.

 

Kisah Tuti yang selamat berkat paniknya sang anak

Niat hati ingin berlibur ke Pantai Pandeglang, Tuti Rumsiati hampir meregang nyawa. Ia bersama 22 keluarganya dari Cirebon ingin menikmati panorama pantai ini. Tanpa disangka, saat hendak beristirahat ketika malam, tiba-tiba anaknya rewel. Barulah ia sadar jika suasana berubah menjadi suatu bencana mencekam dari yang sebelumnya terlihat tenang. Beruntungnya, ia segera naik ke atas bukit bersama ratusan orang lain yang berusaha menyelamatkan diri. Setelah tsunami dirasa mulai mereda, ia bersama rombongan lainnya menuju ke sebuah perkampungan dan berkumpul lagi dengan anggota keluarganya. Ia merasa bersyukur masih diberikan kesempatan hidup meskipun tubuhnya mengalami luka.

 BACA JUGA : Pengalaman Spiritual Orang Atheis Ketika Mati Suri Membuatnya Percaya Surga

Wakil Kepala Sekolah SD GIS yang lolos dari maut

Sekumpulan guru Global Islamic School di Tangerang Selatan melakukan kegiatan rapat kerja akhir tahun di villa Mutiara Carita, Anyer. Malangnya, saat malam tiba salah satu Wakil Kepala Sekolah SD GIS Romansyah terbawa gulungan ombak tsunami Selat Sunda. Saat itulah ia hanya bisa pasrah dengan keadaan yang demikian, apalagi dirinya terhempas dari sapuan ombak yang menerjal badannya. Romansyah pun sadar ia selamat dari bencana mematikan itu kala ia berada di bawah tumpukan puing bangunan walau dengan keadaan yang menyedihkan, yakni mengalami luka sobek pada tubuhnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini