nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Selamanya Berbau Mistis, Ini yang Dirasakan ketika Mati Suri

Yosua Tobing, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 21:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 09 481 2015749 tak-selamanya-berbau-mistis-ini-yang-dirasakan-ketika-mati-suri-6XtzDg76nj.jpg Ini yang dirasakan ketika tubuh mati suri (Foto: Newslocker)

MATI suri terasa tidak asing lagi di telinga kita. Mati suri adalah peristiwa di mana tubuh bangun kembali alias hidup ketika sudah divonis meninggal dunia.

Dikutip dari berbagai sumber, mati suri memiliki banyak pengalaman yang berbeda, tergantung dari budayanya. Mati suri yang kita kenal digambarkan ketika seseorang yang sudah meninggal dunia, tetapi raga yang mengalami perjalanan jauh ke dimensi lain.

Banyak cerita yang mengisahkan orang yang pernah mati suri, seperti ada orang yang merasakan berada di lorong yang gelap dan terdapat cahaya pada ujung lorong. Ada pula yang merasakan keluar dari tubuhnya sendiri. Namun, menurut penelitian para dokter belum ada yang bisa mengungkapkan rahasia dibalik keadaan mati suri. Ada pun perasaan yang mereka rasakan saat mati suri adalah sebagai berikut.

BACA JUGA : Pengalaman Mati Suri Terlama, Ada yang Sampai 3 Malam!

Merasakan meninggal dunia sesungguhnya

Perasaan mati suri kerap dialami oleh orang yang menderita sindrom cotard, hal ini diasosiasikan dengan adanya gangguan otak di bagian korteks parietal dan prefrontal, dan umumnya menghilang setelah beberapa hari. Bisa juga orang tersebut mengalami cedera pada bagian kepala, tifoid yang parah, dan multiple sklerosis. Namun, insiden tersebut belum bisa diketahui alasannya terjadinya.

Perasaan raga yang keluar dari tubuh

Out of body experience (OBE) atau yang kita tahu dengan sebutan “melayang di luar tubuh” dan terkadang disertai dengan autoskopi yaitu melihat tubuh sendiri saat melayang. Walaupun kerap dianggap sebagai pengalaman mistis, hal tersebut tidak menjadi seseorang untuk kerasukan. OBE juga bisa terjadi saat konsisi, seperti saat seseorang mengalami sleep paralysis atau lebih dikenal dengan nama ketindihan. Jadi saat ketindihan, tubuh mereka berada di fase tidur nyenyak, tetapi otak mereka terbangun sebagian. Penelitian juga menyimpulkan bahwa OBE terjadi saat otak gagal mengintegrasikan berbagai rangsangan sensorik dari lingkungan eksternal.

Dapat berinteraksi dengan orang mati

Dari berbagai mulut yang menceritakan, banyak yang mengatakan bahwa mati suri dapat berbicara dengan orang yang sudah meninggal dunia dan kita dikelilingi oleh orang mati dan malaikat. Fenomena ini diduga dikarenakan adanya gangguan dopain. Dopain merupakan neurotransmitter dalam otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi.

Gejala berinteraksi dengan sesuatu yang tidak nyata oleh pasien dengan Alzheimer, Parkinson, dan degenerasi makula. Pada penderita degenerasi makula di mata, penglihatan yang terganggu menyebabkan otak berusaha mengkompensasi dengan cara menghadirkan gambaran lain yang sebenarnya tidak ada. Dengan begitu pengalaman tersebut dapat terjadi, seperti berinteraksi dengan orang mati.

BACA JUGA : 3 Kisah Mengerikan Korban Tsunami Selat Sunda yang Nyaris Dijemput Maut

Melihat cahaya dalam lorong

Terakhir, saat mati suri banyak orang yang pernah mengalaminya melaporkan bahwa mereka melihat cahaya pada lorong. Hal itu bisa disebabkan karena pasokan darah dan oksigen yang berkurang pada retina mata.

Saat retina kekurangan oksigen dan menjadi iskemik, penglihatan di daerah tepi mata akan mengalami gangguan yang berlebih. Gangguan tersebut kemudian meluas ke arag tengah, sehingga tampak sebagai terowongan.

Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah mati suri tidak sepenuhnya harus berupa kejadian mistik dan bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, sehingga Anda tidak perlu berpikir berlebihan dengan hal tersebut yang telah dialami.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini