nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Kaget, Omset Pisang Nugget Kaesang Kalahkan Bisnis Mebelnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 10 Februari 2019 14:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 10 298 2015971 jokowi-kaget-omset-pisang-nugget-kaesang-kalahkan-bisnis-mebelnya-GIfrUNIfdE.png Presiden Jokowi Sedang Mencicipi Makanan (Foto: Instagram/ Jokowi)

WARGANET tentu sudah hapal betul seperti apa hubungan kedekatan Jokowi dengan anak bungsunya, Kaesang Pangarep. Dibandingkan kedua kakaknya, pria yang kini berusia 24 tahun itu memang terbilang aktif di media sosial.

Kaesang menggunakan platform tersebut untuk berinteraksi dengan para warganet sekaligus mempromosikan usaha kuliner yang telah dirintisnya sejak dua tahun silam. Apalagi kalau bukan Sang Pisang. Sesuai dengan namanya, produk kuliner yang dijajakan Kaesang merupakan olahan pisang nugget dengan berbagai varian rasa yang menggugah selera.

Dulu, saya menganggap remeh bisnis pisang goreng nugget yang dikelola Kaesang. Apa sih ini pisang goreng nugget ini? Kenapa Kaesang tak mau mengurus perusahaan mebel yang saya rintis dari nol? Saya baru antusias ketika usaha anak bungsu saya ini sudah memiliki 54 cabang. Saya sampai bertanya berapa ongkos produksi dan omzetnya. Ternyata, dihitung-hitung, pabrik saya sendiri sudah kalah oleh Sang Pisang. Bagaimana bisa. Saya juga pernah mampir di outlet Tuku Kopi yang pemiliknya masih sangat muda. Mau masuk saja antre, dan saya pun ikut antre. Ternyata, produk minuman kopi Tuku Kopi yang harganya Rp18.000 itu memang berkualitas tinggi, tidak kalah dengan merek asing. Saya bilang ke pemiliknya agar buka gerai jangan hanya satu, tapi sebanyak-banyaknya. Begitulah. Anak-anak muda sekarang ini memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan apapun. Pada Festival Terampil 2019 di The Kasablanka Hall, Jakarta kemarin saya menyampaikan agar mereka jangan gampang mengeluh kalau menghadapi persoalan atau hambatan. Dari masalah dan hambatanlah kita bisa belajar banyak.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Namun sayang, meski sering mempromosikan kudapan tersebut di media sosial, Presiden Jokowi ternyata masih sering menyindir usaha Kaesang dengan istilah “Pisang Goreng”. Misalnya saat beliau, mengunggah foto keluarga yang diambil di Istana Bogor. Dalam foto tersebut, Jokowi terlihat sedang asyik menikmati waktu berkualitas dengan kedua anak, menantu, cucu, dan juga sang istri tercinta Iriana Jokowi.

Entah sengaja atau tidak, dalam keterangan foto Jokowi menuliskan sepucuk pesan singkat yang sukses membuat anak bungsunya ‘mencak-mencak’. Terlebih kehadirannya tidak terlihat di dalam foto tersebut.

“Saya selalu berysukur telah diberiNya anak-anak yang mandiri. Ada yang jualan kopi, martabak, juga menjual pisang goreng. Lalu dengan sepasang cucu, laki-laki dan perempuan, lengkap sudah. Keluarga bagi saya selalu ada untuk memotivasi, mendorong, dan menambah semangat,” tulis Jokowi.

Melihat unggahan tersebut, Kaesang pun sempat protes kepada ayahnya. “PISANG NAGET PAK BUKAN PISANG GORENG,” tulis Kaesang.

Setelah dua tahun beroperasi, hari ini, Minggu (10/2/2019), Jokowi baru menyadari bahwa bisnis kuliner yang dirintis oleh anak bungsunya itu bukanlah bisnis sembarangan. Apalagi saat ini Sang Pisang telah memiliki 54 cabang yang tersebar di sejumlah daerah Indonesia.

“Dulu, saya menganggap remeh bisnis pisang goreng nugget yang dikelola Kaesang. Apa sih ini pisang goreng nugget ini? Kenapa Kaesang tak mau mengurus perusahaan mebel yang saya rintis dari nol? Saya baru antusias ketika usaha anak bungsu saya ini sudah memiliki 54 cabang” ungkap Jokowi melalui akun Instagram pribadinya.

Jokowi bahkan terkejut setelah mengetahui omset yang didapat Kaesang dari produksi pisang nuggetnya itu. Menurut pengakuan pria asal Solo itu, jika dihitung-hitung, keuntungan yang bisa diraup Kaesang ternyata sudah melebihi omset pabrik furnitur milik ayahnya.

“Saya sampai bertanya berapa ongkos produksi dan omsetnya. Ternyata, dihitung-hitung, pabrik saya sendiri sudah kalah oleh Sang Pisang. Bagaimana bisa? Saya juga pernah mampir di outlet Tuku Kopi yang pemiliknya masih sangat muda. Mau masuk saja antre, dan saya pun ikut antre. Ternyata, produk minuman kopi Tuku Kopi yang harganya Rp18.000 itu memang berkualitas tinggi, tidak kalah dengan merek asing. Saya bilang ke pemiliknya agar buka gerai jangan hanya satu, tapi sebanyak-banyaknya,” jelas Jokowi.

Sebagai penutup, Jokowi membuat sebuah pernyataan dan memberikan pesan kepada para pengusaha muda Indonesia.

“Anak-anak muda sekarang ini memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan apapun. Pada Festival Terampil 2019 di The Kasablanka Hall, Jakarta kemarin saya menyampaikan agar mereka jangan gampang mengeluh kalau menghadapi persoalan atau hambatan. Dari masalah dan hambatanlah kita bisa belajar banyak,” tutupnya.  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini