nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nama Ustadz Abdul Somad Dibaiat Habib Lutfi Jadi Syekh, Apa Beda Gelarnya?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 20:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 196 2016510 nama-ustadz-abdul-somad-dibaiat-habib-lutfi-jadi-syekh-apa-beda-gelarnya-QECo5NvlB9.jpg Ustaz Abdul Somad (Foto: Okezone)

Nama Ustadz Abdul Somad atau dikenal dengan julukan UAS kini gelarnya menjadi Syekh Abdul Somad. Sebenarnya apa perbedaan makna dari dua gelar itu?

Bagi pria 41 tahun itu rasanya beruntung ketika berkunjung ke Rois Aam Jamiyyah Ahliththoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah (JATMAN NU) Habib Luthfi bin Yahya, di Pekalongan, Jateng. Dia mengaku dirinya meminta nasihat dan doa dari ulama besar itu.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Somad sempat dibaiat dan diberi gelar syekh. Kini namanya langsung dikenal sebagai Syekh Abdul Somad.

Ustadz Fauzan Amin menjelaskan, di Indonesia makna ustadz merupakan julukan untuk seorang guru atau pendidik. Sementara di Arab Saudi, ustadz adalah panggilan untuk seorang profesor ahli bidang tertentu.

"Itu kan gelar masyarakat, jadi tergantung pandangan masyarakat. Yang dinilai bukan saja ilmunya, tetapi akhlak dan ketokohannya. Kalau gelar akademis itu harus diuji. Tapi kalau gelar datang dari masyarakat itu sangat relatif," bebernya saat dihubungi Okezone, Senin (11/2/2019).

UAS

Ustadz Fauzan Amin menambahkan, untuk gelar atau sebutan syekh, biasanya digunakan oleh para mubaligh keturunan Arab. Atau juga para ulama besar yang ahli agama Islam.

Dia menyebutkan, syekh berasal dari kata Syeikhun yang bermakna tua. Artinya orang yang dianggap tua atau paling senior. Orang tersebut biasanya juga dinilai luas ilmu agamanya.

Adapun beberapa tokoh yang mendapat gelar syeikh seperti Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Khatib Sambas, dan lainnya

"Tapi banyak orang pintar ada yang enggak dipanggil syekh, pengaruhnya biasa saja. Ada pula orang yang ilmunya biasa saja, tapi disegani dan dihormati," tuturnya.

Sejatinya, menurut dia, semua gelar disematkan kepada manusia adalah anugerah dari Allah SWT. Jadi bukan semata ilmu dan prestasi yang kita punya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini