nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Anda Kena HIV? Jangan Panik, Ikuti Saran Psikolog Ini

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 10:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 481 2016198 anak-anda-kena-hiv-jangan-panik-ikuti-saran-psikolog-ini-SDQVierTon.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

REMAJA memang harus dibekali dengan pemahaman HIV, karena dianggap menjadi gerbang dari informasi penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kasus HIV di Indonesia pun bisa semakin terkendali.

Psikolog Anna Surti Ariani menyebut, selain bicara mengenai risiko-risiko apa saja yang bisa menyebabkan HIV, biasanya informasi yang tentang penularannya juga harus diberikan.

Menurut Anna, kesulitan yang masih terjadi sampai sekarang adalah mereka itu tidak menyadari kalau tubuhnya berisiko. Alhasil, kebiasaan dia tidak terkontrol dengan baik dan ini berisiko menyerang orang lain tentunya dalam kondisi-kondisi tertentu.

Baca Juga: Jokowi Kaget, Omset Pisang Nugget Kaesang Kalahkan Bisnis Mebelnya

Oleh karena itu, dia pun menyarankan agar orangtua yang anaknya terkena HIV sadar, kalau apa yang terjadi pada buah hatinya itu bukanlah kutukan, tapi sesuatu yang bisa dikendalikan dan si anak tentu bisa menjalani kehidupan yang berkualitas.

"Contoh sederhananya adalah anak Anda jika memang positif HIV, maka dia tidak disarankan untuk memberikan makanan ke orang lain. Jika ingin, berikan di tempat yang terpisah dan jumlahnya lebih banyak. Sebisa mungkin minimalisir kontak langsung," terang Psikolog Anna.

Anna melanjutkan, pendidikan seksualitas juga penting diterapkan sedini mungkin. Agar anak-anak atau remaja tahu batasan dan mengenali tubuhnya dengan baik.

Membangkitkan semangat si anak yang terpapar virus HIV bukan tugas yang mudah. Psikolog Anna bahkan menegaskan, itu adalah tugas yang berat dan bukan hanya si anak yang dikuatkan, tetapi juga kedua orangtuanya.

Baca Juga: Percaya Gak Percaya, Wanita Ini Ngaku Lihat Michael Jackson di Neraka Saat Mati Suri

"Hanya saja harus diberikan pemahaman kalau itu nggak apa-apa, bagaimana pun itu sudah terjadi, itu bukan sesuatu yang bisa ditarik mundur. Saya biasanya akan berkata ini ke si anak; 'Kamu masih punya masa depan dan hidup yang berkualitas. Tenang, kamu tidak akan menulari apa pun asal kamu minum obat secara teratur'," papar Psikolog Anna.

Lebih lanjut, orangtua jangan anggap masalah ini sebagai itu kutukan, tapi anggap itu sesuatu yang bisa di maintance, karena adanya obat HIV bisa membuat pasien tetap memiliki kehidupan yang berkualitas.

(mrt)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini